Kronologi Sengketa Lahan Transmigrasi Muaro Jambi
Berdasarkan catatan Kompas.com, sekitar 200 kepala keluarga (KK) transmigran yang menetap di kawasan TSM Gambut Jaya, Kabupaten Muaro Jambi, terdampak konflik tumpang tindih sertifikat tanah.
Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Sigit Mustofa Nurudin, menjelaskan sengketa tersebut terjadi antara warga transmigran dan nontransmigran.
Menurutnya, para transmigran seharusnya memperoleh hak atas lahan usaha kedua. Namun, lahan yang telah disiapkan untuk program tersebut justru telah diterbitkan sertifikat hak milik bagi masyarakat yang bukan peserta transmigrasi.
“Jadi masalahnya adalah transmigran harusnya mendapatkan haknya untuk lahan usaha duanya, ini belum dapat. Jadi kondisi lahan yang sebenarnya mau dipergunakan untuk lahan usaha dua, ini sudah ada pensertifikatan oleh Kementerian ATR/BPN bagi masyarakat yang bukan transmigran,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Kementerian Transmigrasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (13/10/2025).
Data yang dipaparkan menunjukkan terdapat 105 bidang tanah seluas sekitar 150 hektare yang telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama warga nontransmigran. Di sisi lain, sebanyak 200 KK transmigran yang telah lama menempati kawasan tersebut belum memiliki alas hak atas lahan yang dijanjikan.
Mantan Bupati Muaro Jambi periode 2006–2016, Burhanudin Mahir, sebelumnya juga menyatakan tidak pernah memberikan persetujuan maupun menandatangani dokumen penerbitan sertifikat tersebut.
Program transmigrasi di Gambut Jaya sendiri dirancang untuk 200 KK pada 2009, yang terdiri atas 100 KK transmigran lokal dari Kabupaten Muaro Jambi dan 100 KK transmigran asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Muaro Jambi Nomor 533 Tahun 2009, para peserta ditempatkan di Satuan Permukiman 4 (SP4) Gambut Jaya dengan hak memperoleh lahan seluas dua hektare per kepala keluarga.
Namun hingga kini, para transmigran baru menerima lahan sekitar 0,6 hektare dan belum memperoleh lahan usaha sebagaimana yang dijanjikan dalam program tersebut.





