KUPANG – Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha sempat menjalani perawatan medis dan pemeriksaan kesehatan jiwa sebelum ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/6/2026).
Keluarga menyebut kondisi psikologis dr Icha memburuk setelah insiden dugaan intimidasi saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Peristiwa tersebut terjadi ketika dr Icha menangani seorang pasien anak korban gigitan ular pada Sabtu (13/6/2026). Dalam insiden itu, sejumlah anggota DPRD TTU disebut mendatangi ruang IGD dan menyampaikan protes dengan nada tinggi.
Meski demikian, hingga saat ini aparat kepolisian belum menyatakan adanya hubungan hukum antara kematian dr Icha dengan dugaan intimidasi tersebut. Kasus kematiannya masih dalam proses penyelidikan.
Sempat Jalani Pemeriksaan Kesehatan Jiwa
Paman almarhumah, Fabianus Banase, mengatakan dr Icha menjalani pemeriksaan di Klinik Utama Jiwa Dewantara Mental Healthcare pada Rabu (24/6/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dr Icha disebut mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik setelah mengalami guncangan psikologis.
“Ia mengalami guncangan yang sangat hebat, bahkan sempat melakukan percobaan bunuh diri. Itu semua tertuang dalam hasil pemeriksaan medis,” kata Fabianus.
Menurut Fabianus, keluarga telah menjadwalkan pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Namun, sebelum pemeriksaan tersebut dilakukan, dr Icha ditemukan meninggal dunia.
“Kami sudah berencana membawa dia kontrol lagi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Tetapi Tuhan berkehendak lain. Anak kami lebih dulu meninggal dunia,” ujarnya.





