Sebelum Ditemukan Meninggal, dr Icha Sempat Dirawat karena Depresi Usai Diduga Diintimidasi Anggota DPRD

Dirawat Selama Enam Hari

Sebelum meninggal dunia, dr Icha juga sempat menjalani perawatan medis selama sekitar enam hari sejak 15 Juni 2026.

Setelah kondisinya membaik, ia diperbolehkan pulang pada 21 Juni 2026 dan melanjutkan pengobatan secara rawat jalan.

Keluarga menyebut kondisi dr Icha mulai berubah setelah insiden di IGD RS Leona. Ia dikabarkan mengalami ketakutan, tekanan psikologis, dan merasa tidak nyaman untuk kembali bertugas.

Paman dr Icha, Victor Manbait, mengatakan keponakannya masih mengalami trauma setelah kejadian tersebut.

“Dokter Icha mengaku masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas,” kata Victor.

Kronologi Dugaan Intimidasi di IGD

Victor menjelaskan, dugaan intimidasi bermula ketika seorang pasien anak korban gigitan ular dirujuk ke IGD RS Leona Kefamenanu pada Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga :  Perumahan Fatimah Jadi Sorotan, Organisasi Pers Jambi Desak Transparansi Perizinan ke Instansi Terkait

Saat itu, dr Icha bertugas sebagai dokter jaga dan telah menangani pasien sesuai standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit serta berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

“Dokter Icha saat itu sudah melakukan penanganan medis secara profesional, sesuai SOP rumah sakit serta hasil konsultasi berkala dengan dokter spesialis anak,” ujar Victor kepada Kompas.com, Sabtu (20/6/2026).

Menurut keluarga, situasi berubah ketika keluarga pasien meminta pemberian vaksin tertentu. Namun, berdasarkan pertimbangan medis, vaksin tersebut belum direkomendasikan untuk kondisi pasien dan stoknya juga tidak tersedia di RS Leona.

Victor mengatakan salah seorang anggota keluarga pasien berbicara dengan nada tinggi kepada dr Icha dan mengaku sebagai anggota DPRD TTU.

Baca Juga :  Ibu Korban KDRT Mantan Brimob di Ternate Kecewa Berat, Anak Pilih Damai Meski Sempat Kritis

“Dalam situasi tersebut, salah seorang anggota keluarga pasien berbicara dengan nada tinggi kepada Dokter Icha dan mengaku sebagai anggota DPRD TTU,” ujarnya.

Tak lama kemudian, seorang pria lain disebut ikut masuk ke ruang IGD dan mengaku sebagai anggota DPRD Komisi III, Norbertus Tubani.

Menurut Victor, pria tersebut menunjuk wajah dr Icha sambil memperkenalkan diri sebagai anggota DPRD TTU yang bermitra dengan Dinas Kesehatan.

Meski telah berupaya menjelaskan kondisi pasien dan dasar pertimbangan medis yang diambil, dr Icha disebut tetap mendapat tekanan hingga menangis saat menjalankan tugas.

Pos terkait