Polisi Amankan Ponsel dan Surat
Usai peristiwa tersebut, keluarga menemukan dua unit telepon genggam dan satu lembar surat tulisan tangan milik dr Icha.
Namun, isi surat tersebut belum diketahui karena telah diamankan penyidik sebagai bagian dari proses penyelidikan.
“Kami datang terlambat, karena kejadian tadi almarhumah sendiri dan ada temukan dua handphone dan satu surat. Semacam surat wasiat yang ia tulis dan surat itu ada di kepolisian,” ujar Fabianus.
Keluarga Minta Perlindungan bagi Tenaga Kesehatan
Fabianus menilai tekanan psikologis yang dialami dr Icha setelah insiden di IGD memperburuk kondisi keponakannya.
Ia meminta pimpinan DPRD TTU dan partai politik tempat anggota dewan yang disebut dalam peristiwa tersebut bernaung segera mengambil sikap.
“Kami minta pimpinan DPRD dan partai politik segera bertindak. Kalau tidak, keluarga juga akan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Ia juga mendesak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperjuangkan perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan saat menjalankan tugas.
“Tenaga kesehatan harus mendapatkan perlindungan hukum ketika menjalankan tugasnya. Jangan sampai kejadian seperti ini kembali terulang,” ujarnya.
Anggota DPRD Membantah Intimidasi
Dua anggota DPRD TTU yang disebut dalam kasus tersebut, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, membantah telah melakukan intimidasi terhadap dr Icha maupun tenaga kesehatan lainnya.
“Kami tidak pernah berniat mengintimidasi tenaga medis. Informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi,” kata Therensius.
Ia mengakui sempat berbicara dengan nada tinggi karena panik melihat kondisi pasien.
“Kami akui nada bicara sempat meninggi karena panik melihat kondisi pasien. Tetapi sama sekali tidak ada niat mengintimidasi dokter ataupun tenaga kesehatan,” ujarnya.
Norbertus Tubani juga menyatakan dirinya bersama Therensius hanya meminta penjelasan mengenai kondisi pasien.
Setelah memperoleh penjelasan, keduanya mengaku menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada Direktur RS Leona, dokter, dan tenaga kesehatan yang bertugas.





