Remaja 15 Tahun Serang Sekolah di Polandia, 1 Tewas dan Polisi Selidiki Dugaan Tantangan Internet

Polisi Temukan Dua Pisau pada Remaja yang Diduga Merencanakan Serangan

Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwinski turut memberikan penjelasan mengenai penahanan remaja berusia 17 tahun di Sierpc.

Menurut Kierwinski, remaja tersebut sebelumnya sempat menyampaikan rencana melakukan “sesuatu yang berbahaya” di lingkungan sekolah.

Penyelidikan kemudian dilakukan terhadap perangkat elektronik milik remaja tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pencarian terkait cara merencanakan aksi kekerasan.

“Data yang ditemukan dari perangkat elektronik menunjukkan adanya pencarian di internet mengenai cara merencanakan peristiwa kekerasan semacam itu,” kata Kierwinski.

Polisi juga menemukan dua pisau dalam penguasaan remaja tersebut. Namun, pihak berwenang masih mendalami dugaan rencana serangan itu.

Kasus di Sierpc menjadi salah satu perhatian aparat keamanan setelah munculnya serangkaian insiden kekerasan yang melibatkan remaja di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak di Tengah Ketegangan dengan AS

Direktur Komunikasi Kepolisian Nasional Polandia, Inspektur Katarzyna Nowak, mengatakan usia pelaku kejahatan serius di Eropa cenderung semakin muda.

Ia menyebut kepolisian Polandia dalam beberapa bulan terakhir telah menangkap sejumlah remaja yang diduga mempersiapkan serangan.

“Selama beberapa bulan terakhir di Polandia, kami melihat penangkapan remaja yang sedang mempersiapkan serangan,” kata Nowak kepada TVP Info.

“Jadi, ini memang persoalan yang kami hadapi dan harus kami akui keberadaannya,” lanjutnya.

Donald Tusk Perintahkan Polisi Datangi Sekolah Setiap Hari

Menanggapi dua serangan di sekolah dalam dua hari berturut-turut, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menggelar rapat darurat pemerintah.

Tusk menyatakan pemerintah menghadapi situasi yang tidak biasa dan membutuhkan peningkatan langkah keamanan untuk mencegah kekerasan lebih lanjut.

Baca Juga :  Korban Gempa Jepang Bertahan di Pengungsian di Tengah Cuaca Panas dan Krisis Air Bersih

Ia kemudian memerintahkan polisi mendatangi sekolah-sekolah setiap hari sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Langkah tersebut diambil setelah serangan di Leszczydol-Nowiny menewaskan seorang pegawai sekolah dan melukai dua orang lainnya. Sehari sebelumnya, insiden di Ostroleka juga menyebabkan sejumlah orang terluka.

Pemerintah turut menaruh perhatian pada kemungkinan munculnya aksi kekerasan yang meniru serangan sebelumnya.

Sementara itu, polisi masih mendalami dugaan hubungan antara rangkaian insiden tersebut dan aktivitas di internet. Penyelidikan juga mencakup dugaan rencana serangan yang disiapkan seorang remaja di Sierpc.

Hingga laporan Reuters pada Kamis (8/10/2026), belum ada kepastian bahwa serangan-serangan tersebut saling berkaitan atau dipicu oleh tantangan internet yang sama.

Pos terkait