Pihak Korban Kecewa
Di sisi lain, kuasa hukum Elina Widjajanti, Wellem Mintarja, menyatakan kecewa atas vonis yang dijatuhkan kepada Samuel Ardi Kristanto.
Menurutnya, hukuman tersebut belum mencerminkan rasa keadilan mengingat besarnya kerugian yang dialami korban.
“Kami sangat kecewa dengan putusan ini. Majelis hakim sama sekali tidak mempertimbangkan hilangnya harta benda dan barang-barang berharga di dalam rumah Nenek Elina,” kata Wellem.
Ia menyebut perkara tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga menyebabkan korban kehilangan berbagai dokumen penting dan harta benda di dalam rumah yang telah dihuni selama puluhan tahun.
“Bukan cuma kerugian fisik, dokumen-dokumen tanah dan rumahnya yang sudah dibangun selama ini dihancurkan. Saat fakta persidangan, Nenek Elina juga menerangkan nilai kerugian semuanya Rp5 miliar,” ujarnya.
Menurut Wellem, sikap sopan terdakwa selama persidangan tidak seharusnya mengesampingkan dampak psikologis maupun kerugian materiil yang dialami korban akibat pengosongan paksa tersebut.





