Netanyahu Diteriaki “Pulang” Saat Pidato di Kelulusan Perwira IDF, Tegaskan Israel Bertahan di Lebanon

TEL AVIV – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mendapat interupsi dari hadirin saat menyampaikan pidato dalam upacara kelulusan perwira tempur Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan laporan The Times of Israel dan The Jerusalem Post, seorang peserta meneriakkan, “Pulanglah,” ketika Netanyahu sedang berpidato. Seruan tersebut kemudian disambut tepuk tangan oleh sebagian audiens.

Teriakan itu muncul setelah Netanyahu menyampaikan bahwa pengalaman tempur kini menjadi hal yang umum bagi para perwira muda Israel.

“Ada masa-masa ketika saya mendengar percakapan di mana para perwira senior bertanya kepada perwira muda, ‘Apakah ada di antara kalian yang pernah mengalami bentrokan senjata di tengah pertempuran?’ Namun, belakangan ini, pertanyaan semacam itu jarang sekali diajukan,” ujar Netanyahu.

Baca Juga :  China Bantah Tuduhan AS soal Pengiriman Senjata ke Iran di Tengah Gencatan Senjata

Ia melanjutkan bahwa para lulusan datang ke Bahad 1 dengan pengalaman operasional yang diperoleh selama perang.

“Kalian tiba di Bahad 1 dengan berbekal pengalaman operasional yang kalian peroleh dalam Perang Kebangkitan. Terkadang, itu adalah pengalaman yang menyakitkan. Sebelum saya berada di sini, saya adalah seorang prajurit tempur, dan saya kehilangan seorang sahabat karib,” katanya.

Di sisi lain, sebagian hadirin juga memberikan dukungan dengan meneriakkan “Go Bibi”, julukan Netanyahu, yang disambut sorakan dari peserta lainnya.

Netanyahu tidak menanggapi interupsi tersebut dan tetap melanjutkan pidatonya hingga selesai.

Tegaskan Israel Tetap Bertahan di Lebanon

Dalam pidato yang berlangsung sekitar 20 menit itu, Netanyahu kembali menegaskan bahwa militer Israel akan tetap berada di Lebanon selatan selama dianggap diperlukan.

Baca Juga :  Sidang PBB Memanas, Dubes Israel dan Utusan Khusus Guterres Terlibat Adu Mulut Terbuka

“Kami menguasai Lebanon selatan dan kami akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon selatan selama diperlukan,” ujar Netanyahu.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Israel tidak akan menarik pasukannya dari wilayah tersebut. Menurutnya, ia bersama Menteri Pertahanan telah memberikan instruksi kepada IDF agar memiliki kebebasan penuh untuk menggagalkan setiap ancaman terhadap pasukan maupun warga Israel di wilayah utara.

Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran sebagian pihak di Israel bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi memengaruhi kepentingan keamanan Israel.

Sebelumnya pada hari yang sama, seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa Israel telah menarik pasukan dari sebagian wilayah Lebanon selatan yang sebelumnya direbut dalam operasi melawan Hizbullah.

Pos terkait