Netanyahu Diteriaki “Pulang” Saat Pidato di Kelulusan Perwira IDF, Tegaskan Israel Bertahan di Lebanon

Iran Tidak Akan Diizinkan Miliki Senjata Nuklir

Dalam pidatonya, Netanyahu juga kembali menegaskan sikap pemerintahannya terhadap program nuklir Iran.

“Dengan atau tanpa kesepakatan, selama saya menjadi perdana menteri Israel, Iran tidak akan memiliki senjata nuklir,” tegasnya.

Ia juga menanggapi kritik terhadap kepemimpinannya selama perang dengan mengatakan bahwa operasi militer Israel terhadap Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, dan rezim Iran telah mengubah lanskap strategis Timur Tengah.

Menurut Netanyahu, keberhasilan tersebut tidak bisa diabaikan.

Ia juga menyatakan bahwa setelah serangan 7 Oktober 2023, “mereka yang mengejar kami kini sedang dikejar.”

Baca Juga :  Senat AS Setujui Resolusi Blokir Aksi Militer ke Iran, Jadi Teguran Politik bagi Trump

Meski demikian, Netanyahu mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, termasuk terkait Iran, Hamas, Hizbullah, serta ancaman pesawat nirawak (drone) Hizbullah.

Menteri Pertahanan: Israel Tak Akan Mundur

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa IDF akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza untuk waktu yang belum ditentukan.

“Kami menentang penarikan pasukan IDF dari zona keamanan di Lebanon, terlepas dari semua tekanan yang ada maupun yang akan datang,” kata Katz.

Baca Juga :  Ledakan Gas di Tambang Batu Bara China Tewaskan 8 Orang, 38 Masih Terjebak

Menurut dia, keberadaan pasukan Israel di Lebanon selatan bertujuan melindungi komunitas di wilayah utara, menggagalkan berbagai ancaman, serta menghancurkan infrastruktur kelompok yang disebutnya sebagai teroris, baik di permukaan maupun bawah tanah.

Katz juga memperingatkan bahwa apabila Iran kembali menyerang Israel dengan alasan apa pun, negaranya akan memberikan respons yang menunjukkan perbedaan kekuatan antara kedua pihak.

Pos terkait