TEHERAN – Pemerintah Iran mengungkapkan adanya perubahan dalam proses penandatanganan nota kesepahaman dengan Amerika Serikat (AS) terkait pembahasan program nuklir.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi mengatakan, nota kesepahaman antara kedua negara kini direncanakan ditandatangani secara digital dalam beberapa hari ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Aragchi melalui media pemerintah Iran dan dikutip CBS News pada Jumat (12/6/2026).
Menurut Aragchi, dokumen tersebut akan diumumkan kepada publik setelah ditandatangani oleh kedua pihak.
“Setelah nota kesepahaman ini ditandatangani oleh kedua pihak, itu akan diumumkan dan selesai,” kata Aragchi.
Negosiasi Detail Dimulai Setelah Penandatanganan
Aragchi menjelaskan, seluruh rincian mengenai program nuklir Iran akan dibahas dalam putaran negosiasi berikutnya setelah nota kesepahaman resmi ditandatangani.
Sebelumnya, CBS News melaporkan bahwa surat pernyataan atau nota kesepahaman tersebut dijadwalkan ditandatangani pada awal pekan depan.
Kesepakatan awal itu nantinya akan membuka periode negosiasi selama 60 hari untuk membahas detail teknis dan substansi perjanjian.
Awalnya Direncanakan Tatap Muka di Eropa
Sebelum muncul opsi penandatanganan digital, AS dan para mediator masih merencanakan penandatanganan secara langsung di Eropa.
Seorang pejabat senior pemerintahan Gedung Putih bahkan sempat menyampaikan kepada wartawan bahwa penandatanganan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.
Namun, rencana tersebut kini berubah dengan munculnya opsi penandatanganan jarak jauh melalui mekanisme digital.
Hingga kini, juru bicara Wakil Presiden AS JD Vance belum memberikan tanggapan terkait perubahan rencana tersebut.





