Diduga Berawal dari Binjai
Informasi yang beredar menyebutkan operasi tangkap tangan KPK bermula dari penindakan terhadap satu orang di kawasan Kota Binjai.
Dari penangkapan awal tersebut, tim KPK disebut melakukan pengembangan ke Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
Dalam pengembangan itu, sejumlah pihak lain dikabarkan turut diamankan.
Beberapa di antaranya disebut berasal dari Kabupaten Langkat, meski operasi awal dilakukan di Kota Binjai.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti perkara yang menjadi dasar penindakan.
Namun, beredar informasi bahwa OTT tersebut diduga berkaitan dengan praktik fee proyek. Dugaan itu belum dikonfirmasi secara resmi oleh KPK.
Saat dimintai keterangan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Langkat, Wahyudianto, mengaku belum menerima informasi resmi.
“Kami belum mendapat informasi resmi,” ujarnya.
Selain penyelenggara negara, pihak yang dikabarkan ikut diamankan berasal dari kalangan rekanan serta mantan anggota DPRD Sumatera Utara.
Namun, informasi tersebut juga belum mendapat konfirmasi dari KPK.
Dikabarkan Diperiksa di Medan
Usai operasi di Binjai dan pengembangan ke sejumlah wilayah, para pihak yang diamankan disebut dibawa ke Medan untuk menjalani pemeriksaan.
Informasi yang beredar menyebut pemeriksaan dilakukan di Polrestabes Medan. Sementara itu, terdapat pula kabar yang menyebut pemeriksaan berlangsung di Polda Sumatera Utara.
Pantauan di Polrestabes Medan pada Kamis malam menunjukkan situasi relatif normal.
Kendaraan yang terparkir didominasi mobil dinas dan kendaraan pribadi milik pejabat utama Polrestabes Medan.
Meski demikian, kabar mengenai adanya pemeriksaan oleh KPK di Polrestabes Medan beredar luas di kalangan awak media.
Sejumlah wartawan masih menunggu kepastian informasi tersebut.
“Infonya gitu (pemeriksaan KPK), inilah kita masih nunggu,” ujar salah seorang awak media, Amar.
Hingga saat itu, belum ada keterangan resmi dari Polrestabes Medan maupun KPK mengenai kabar pemeriksaan tersebut.





