Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Militer AS Gempur Target Iran, Teheran Klaim Balas Serang Pangkalan Amerika

Proses Perdamaian Kembali Terancam

Eskalasi terbaru terjadi ketika Washington dan Teheran masih berupaya merundingkan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan ribuan warga sipil dan memicu lonjakan harga minyak dunia.

Rangkaian serangan terbaru juga menunjukkan rapuhnya proses perdamaian yang dimediasi Pakistan.

Kedua negara saling menuduh telah melanggar kesepakatan sementara yang baru ditandatangani kurang dari dua pekan lalu, sebagaimana dilaporkan BBC, Minggu.

Dalam dokumen perjanjian tersebut disebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran, beserta sekutu masing-masing, sepakat tidak memulai perang maupun operasi militer terhadap satu sama lain, serta menahan diri dari ancaman ataupun penggunaan kekuatan.

Trump Keluarkan Peringatan Keras

Presiden AS Donald Trump turut memberikan peringatan keras kepada Iran melalui unggahan di akun Truth Social miliknya pada Sabtu (27/6/2026).

Baca Juga :  Trump Klaim Iran Mulai Terbuka Berunding, AS Siap Kawal Kapal di Selat Hormuz

“Akan tiba saatnya ketika kami tidak lagi bisa bersikap masuk akal dan terpaksa menyelesaikan secara militer apa yang telah kami mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi,” tulis Trump.

Beberapa jam sebelum pernyataan tersebut, militer AS mengumumkan kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah sebuah kapal tanker berbendera Panama diserang drone di Selat Hormuz.

Gencatan Senjata Kembali Dipertanyakan

Kesepakatan sementara antara AS dan Iran yang terdiri atas 14 poin sebelumnya dirancang untuk menghentikan konflik yang pecah setelah operasi militer AS dan Israel pada 28 Februari.

Perjanjian itu juga bertujuan membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional sekaligus menjadi dasar pembahasan berbagai isu strategis, termasuk program nuklir Iran.

Baca Juga :  JD Vance Pimpin Delegasi AS ke Pakistan, Bahas Negosiasi Gencatan Senjata dengan Iran

Pekan lalu, kedua negara sempat menggelar putaran pertama perundingan di Swiss yang dimediasi pihak ketiga. Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf.

Usai perundingan, Washington sempat melonggarkan sejumlah sanksi terhadap Teheran sebagai langkah membangun kepercayaan.

Namun, harapan meredanya konflik tidak berlangsung lama karena bentrokan kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir.

CENTCOM kembali menegaskan bahwa serangan terbaru dilakukan sebagai respons atas serangan drone terhadap kapal tanker berbendera Panama.

“Iran telah diberi kesempatan untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata, tetapi memilih untuk tidak melakukannya,” kata CENTCOM.

Lembaga tersebut menegaskan operasi militer yang dilakukan merupakan respons langsung terhadap tindakan Iran yang dinilai mengancam keamanan pelayaran komersial di kawasan.

Pos terkait