Iran Ejek AS Usai Kesepakatan Damai, Sebut Washington Gagal dalam Perang

TEHERAN – Pemerintah Iran melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat setelah kedua negara menyepakati nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari tiga bulan.

Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menilai kesepakatan tersebut justru menunjukkan kegagalan strategi Amerika Serikat dalam menghadapi Teheran.

“Kesepakatan ini adalah bukti kegagalan AS. Orang-orang akan melihatnya dan menilai,” ujar Ghalibaf dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.

Baca Juga :  Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Dunia dalam Misa Vigili Paskah di Vatikan

Pernyataan senada juga disampaikan pemimpin Hezbollah, Naim Qassem. Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai kemenangan besar bagi Iran dan mengapresiasi dukungan Teheran terhadap Lebanon selama konflik berlangsung.

Iran Diizinkan Kembali Menjual Minyak

Dalam poin kesepakatan yang dicapai, Iran disebut akan mengencerkan cadangan uranium yang telah diperkaya melalui mekanisme yang diawasi oleh International Atomic Energy Agency (IAEA).

Seorang pejabat Amerika Serikat yang enggan disebutkan namanya menilai langkah tersebut sebagai keuntungan besar bagi Washington.

Baca Juga :  AS dan Iran Ubah Rencana, Kesepakatan Nuklir Akan Ditandatangani Secara Digital

Menurut pejabat tersebut, kesediaan Iran untuk membatasi program pengayaan uranium menjadi salah satu capaian utama dalam proses negosiasi.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran juga akan kembali diperbolehkan menjual minyak ke pasar internasional setelah penandatanganan MoU. Seluruh sanksi ekonomi terhadap Teheran disebut akan dicabut apabila kesepakatan final berhasil dicapai setelah masa negosiasi lanjutan selama 60 hari.

Pos terkait