Kasus Dokter Icha, Polda NTT Lengkapi Pemeriksaan Saksi Ahli dan Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Ahli Toksikologi Beberkan Materi Pemeriksaan

Usai menjalani pemeriksaan, dokter spesialis toksikologi Tri Maharani mengungkapkan penyidik mengajukan lebih dari 30 pertanyaan yang berkaitan dengan konsultasi medis yang dilakukan Dokter Icha dalam penanganan pasien gigitan ular di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.

“Kalau enggak salah, lebih dari 30 pertanyaan, antara 30 sampai 40 pertanyaan,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Menurut Tri, penyidik menggali secara rinci kronologi konsultasi tersebut, mulai dari kondisi pasien berinisial K, isi percakapan antara dirinya dengan Dokter Icha, hingga saran medis yang diberikan selama proses konsultasi.

Baca Juga :  BEM UI Belum Ikut Demo Mahasiswa di Jakarta, Fokus Evaluasi dan Susun Gerakan Baru

Selain memberikan penjelasan secara lisan, Tri juga menyerahkan salinan percakapan melalui aplikasi WhatsApp dengan Dokter Icha sebagai bagian dari alat bukti penyidikan.

Penanganan Medis Dinilai Sesuai Pedoman

Tri Maharani menilai seluruh tindakan medis yang dilakukan Dokter Icha terhadap pasien gigitan ular telah sesuai dengan standar dan pedoman yang berlaku.

Ia menjelaskan penanganan tersebut mengacu pada tiga pedoman resmi, yaitu Pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tahun 2016, Pedoman Kementerian Kesehatan tentang Tata Laksana Hewan Berbisa, Tumbuhan dan Jamur Beracun Tahun 2023, serta Pedoman Keracunan Alami dan Nonalami Tahun 2025.

Baca Juga :  Respons Kasus dr Icha, Pemerintah Siapkan Perpres Perlindungan Tenaga Medis dari Intimidasi

“Jadi, sebetulnya dari tiga pedoman itu sudah memenuhi syarat dan beliaunya sudah mengikuti saran yang saya berikan,” ujar Dokter Tri.

Dokter Tri, yang dikenal sebagai spesialis toksikologi ular berbisa, menegaskan bahwa berdasarkan hasil konsultasi yang dilakukan saat kejadian, tidak ditemukan penyimpangan dalam tata laksana medis yang dilakukan Dokter Icha terhadap pasien tersebut.

Keterangan Tri Maharani menjadi bagian dari rangkaian penyidikan yang dilakukan Ditreskrimum Polda NTT untuk mengungkap peristiwa yang berkaitan dengan meninggalnya Dokter Icha.

Pos terkait