Iran Imbau Warga Hemat Listrik dan Gas di Tengah Blokade AS

Jakarta — Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi listrik dan gas di tengah tekanan akibat blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sejak 13 April lalu, Angkatan Laut AS memblokade jalur perairan menuju dan dari pelabuhan Iran. Langkah tersebut disebut sebagai respons atas blokade Iran di Selat Hormuz.

“Dalam situasi saat ini, kita harus mencegah tekanan pada jaringan energi negara melalui partisipasi publik dan manajemen konsumsi,” kata Pezeshkian, seperti dilaporkan media pemerintah Iran, Mehr.

Imbauan serupa juga disampaikan Wakil Presiden Iran Saghab Esfahani. Ia meminta warga mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekitar satu hingga satu setengah liter per hari.

Baca Juga :  Malaysia Perpanjang Pencarian Pesawat MH370 hingga Pertengahan 2027, Ocean Infinity Lanjutkan Misi

“Cukup bagi setiap orang untuk mengurangi konsumsi bensin sebanyak satu hingga satu setengah liter per hari,” ujar Esfahani, seperti diberitakan CNN pada Minggu (10/5).

Iran disebut mengalami tekanan ekonomi yang cukup besar akibat blokade tersebut. Selain itu, negara itu juga masih berada di bawah sanksi internasional.

Sejak gencatan senjata pada 8 April, Iran belum membuka blokade di Selat Hormuz. Jalur perdagangan penting tersebut ditutup Iran setelah serangan AS dan Israel pada 28 Februari.

Baca Juga :  Warga Korea Selatan Masih Ragu Punya Anak Meski Pemerintah Beri Banyak Subsidi

Amerika Serikat kemudian mendesak Iran membuka kembali Selat Hormuz dengan melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju dan keluar dari Iran. Langkah tersebut ditolak Teheran hingga memicu baku tembak dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu serangan AS dilaporkan mengenai dua kapal tanker minyak milik Iran. Teheran menilai serangan itu sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Meski demikian, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata masih tetap berlaku hingga saat ini.

Pos terkait