Trump Ancam Iran Jika Langgar Kesepakatan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dokumen kesepakatan dapat segera ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.
Saat menghadiri KTT G7 di Évian-les-Bains, Trump menyatakan proses penandatanganan kemungkinan dilakukan segera setelah seluruh rincian teknis dirampungkan.
Meski demikian, Trump juga melontarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menegaskan Amerika Serikat siap mengambil tindakan militer apabila Teheran melanggar kesepakatan yang telah dicapai.
Reaksi Beragam dari Dunia Internasional
Kesepakatan damai tersebut memunculkan respons beragam dari berbagai negara dan kalangan politik internasional.
Pemerintah China menekankan pentingnya seluruh pihak menjalankan komitmen yang telah disepakati guna menjaga stabilitas kawasan dan mencegah konflik kembali pecah.
Di Amerika Serikat, Senator Partai Republik Bill Cassidy justru mengkritik keras isi perjanjian tersebut. Ia menilai kesepakatan itu berpotensi memberi ruang bagi Iran untuk membangun kembali kekuatannya.
Menurut Cassidy, pencabutan sanksi dan penghentian operasi militer tanpa pembatasan yang lebih ketat terhadap program nuklir Iran dapat menjadi kesalahan besar dalam kebijakan luar negeri AS.
Negosiasi Lanjutan dan Situasi di Lebanon
Setelah penandatanganan resmi dilakukan, kedua negara akan memasuki masa negosiasi lanjutan selama dua bulan guna merampungkan kesepakatan permanen.
Salah satu langkah awal yang menjadi perhatian dunia adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas global.
Meski kesepakatan telah diumumkan, situasi keamanan di Lebanon masih belum sepenuhnya stabil. Media pemerintah Lebanon melaporkan sedikitnya lima orang tewas akibat serangan Israel di wilayah selatan negara tersebut setelah pengumuman kesepakatan.
Sementara itu, militer Israel menyatakan lima tentaranya mengalami luka-luka akibat ledakan drone di Lebanon selatan, termasuk satu personel yang dilaporkan dalam kondisi serius.





