Investor Indonesia Mulai Borong Saham AI, NVIDIA hingga Microsoft Jadi Pilihan Utama

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu (8/7/2026) pagi, harga Bitcoin berada di kisaran 62.900 dollar AS, turun 0,59 persen dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, Bitcoin masih mencatat kenaikan 6,61 persen dalam sepekan.

Sementara itu, indeks Fear and Greed CoinMarketCap berada di level 27 atau fear, membaik dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada di kategori extreme fear.

Menurut Ryan, kondisi tersebut mendorong sebagian investor untuk melakukan diversifikasi portofolio melalui tokenisasi saham perusahaan global.

Baca Juga :  CEO Cloudflare Prediksi Gelombang PHK Akibat AI Meningkat dalam 6-12 Bulan ke Depan

Dalam 48 jam setelah peluncuran fitur flexible staking untuk Tokenized US Stocks, Bittime mencatat kepemilikan tokenized saham Amerika Serikat meningkat hingga 106 persen.

Sebanyak 96 persen dana baru terkonsentrasi pada tokenized saham NVIDIA, Meta, dan Microsoft, sedangkan permintaan terhadap tokenized Apple, Google, Tesla, dan Amazon tercatat relatif lebih stabil.

Selain itu, hampir 50 persen kepemilikan Tokenized US Stocks langsung ditempatkan pada fitur Earn untuk memperoleh potensi reward hingga 7 persen.

Baca Juga :  Besok Pihak Nadiem Laporkan 4 Hakim Kasus Chromebook ke KY, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik

Ryan menilai tren tersebut menunjukkan investor Indonesia tidak hanya mencari eksposur terhadap perusahaan global, tetapi juga peluang memperoleh imbal hasil dari aset digital.

Tokenisasi Aset Kian Diminati

Melihat tingginya antusiasme investor, Bittime kembali menghadirkan kampanye Tokenized US Stocks pada pekan ini.

Berdasarkan perilaku pengguna pada kampanye sebelumnya, SpaceX Token (SPCXX) dipilih sebagai insentif utama. Pengguna juga tetap dapat memanfaatkan fitur Earn dengan potensi reward hingga 7 persen.

Pos terkait