Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, melontarkan kritik keras setelah timnya tersingkir dari babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalah dramatis 2-3 dari Argentina.
Hassan secara terbuka mempertanyakan sejumlah keputusan wasit dan Video Assistant Referee (VAR) yang dinilainya merugikan Mesir. Ia bahkan menuding ada kepentingan tertentu untuk menjaga Lionel Messi tetap bertahan di turnamen.
Pernyataan tersebut disampaikan usai Mesir takluk dari Argentina di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026) waktu setempat atau malam WIB.
Meski sempat unggul 2-0 dan tampil impresif, Mesir harus mengakhiri perjalanannya setelah Argentina mencetak tiga gol dalam 15 menit terakhir pertandingan.
Menurut Hassan, hasil laga tidak sepenuhnya ditentukan oleh permainan di lapangan.
“Semuanya tentang uang,” ungkap Hassan, dikutip dari SI, Rabu (8/7/2026).
“Mereka ingin Messi tetap di turnamen. Dalam sepak bola, banyak hal terjadi di luar lapangan karena kepentingan.”
“Apa yang terjadi tidak adil. Mesir pantas lolos. Kami adalah tim yang lebih baik.”
“Mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga?”
Hassan mengaku timnya telah mengalami perlakuan yang tidak adil sepanjang pertandingan.
“Saya tidak ingin mencoba mengungkapkannya dengan kata-kata yang indah. Kami telah diperlakukan tidak adil hari ini. Kami telah menderita ketidakadilan.”
Ia juga mengaku kecewa hingga tidak ingin lagi menyaksikan pertandingan di Piala Dunia 2026.
“Ini adalah cara saya untuk bersuara dan membela diri. Saya tidak akan menonton pertandingan lain di turnamen ini.”
Selain itu, Hassan kembali menyinggung dugaan adanya pengaruh dari luar lapangan terhadap hasil pertandingan.
“Sepertinya ada tekanan dari pihak Argentina terkait hasil ini. Dalam sepak bola, terkadang ada faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Sang juara dunia menerima dukungan di setiap level.”





