JAKARTA – Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (23/6/2026). Di pasar spot, rupiah turun 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp17.861 per dolar Amerika Serikat (AS).
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang menunjukkan tren bervariasi. Sejumlah mata uang justru ikut melemah terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini.
Peso Filipina tercatat melemah paling dalam sebesar 0,35 persen, diikuti rupiah yang terkoreksi 0,15 persen, baht Thailand melemah 0,02 persen, serta dolar Hong Kong turun tipis 0,001 persen.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia lainnya justru menguat terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia memimpin penguatan dengan kenaikan 0,30 persen, disusul won Korea Selatan dan dolar Taiwan yang masing-masing menguat 0,15 persen.
Selanjutnya, dolar Singapura dan yen Jepang sama-sama menguat 0,02 persen, sementara yuan China naik 0,01 persen terhadap dolar AS.
Indeks dolar AS (US Dollar Index/DXY) tercatat berada di level 101, sedikit turun dibandingkan posisi sebelumnya di 101,02.
IHSG Juga Melemah
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut bergerak melemah pada awal perdagangan Selasa.
IHSG sempat tertekan hingga menyentuh level terendah di 6.076, sebelum berangsur memangkas pelemahan dan kembali ke area 6.110.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.40 WIB, IHSG berada di level 6.110,460 atau turun 6,229 poin (0,10 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.
IHSG dibuka di level 6.096,499 dan bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan awal.





