Keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang menganulir gol kedua Timnas Mesir saat menghadapi Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu perdebatan.
Mantan wasit Liga Premier Inggris, Graham Scott, menilai keputusan tersebut tidak tepat. Menurutnya, gol Mostafa Ziko seharusnya tetap disahkan karena pelanggaran yang menjadi dasar intervensi VAR tidak memenuhi syarat untuk membatalkan gol.
Dalam analisisnya untuk The Athletic, Scott menjelaskan bahwa gol yang dicetak Mostafa Ziko pada menit ke-67 semestinya tetap berlaku.
Graham Scott Nilai Intervensi VAR Berlebihan
Scott menjelaskan, insiden bermula ketika Marwan Ateya merebut bola dari bek Argentina, Lisandro Martinez, pada fase awal serangan Mesir.
Wasit François Letexier awalnya membiarkan permainan berlanjut hingga Mostafa Ziko mencetak gol yang membawa Mesir unggul.
Namun setelah mendapat rekomendasi dari VAR, Letexier meninjau tayangan ulang melalui monitor di tepi lapangan dan memutuskan membatalkan gol karena menilai Ateya melakukan pelanggaran terhadap Martinez.
Scott menilai keputusan tersebut tidak tepat.
Menurutnya, kontak yang terjadi hanya merupakan duel normal dalam pertandingan sepak bola, berupa sedikit kontak kaki dan tarikan singkat pada jersey lawan yang tidak layak dianggap sebagai pelanggaran.
“Keputusan menganulir gol Mesir adalah keputusan yang salah,” tulis Scott, sebagaimana dikutip dari The Athletic, Rabu (8/7/2026).
Ia menambahkan, tayangan ulang tidak menunjukkan adanya clear and obvious error atau kesalahan yang nyata dan jelas, yang menjadi syarat utama agar VAR dapat melakukan intervensi.





