Terekam Buang Air Aki ke Kali di Depok, Identitas Pemilik Mobil Pikap Diburu

DEPOK – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menyerahkan penanganan kasus mobil pikap yang diduga membuang air aki ke sungai di kawasan Pancoran Mas, Depok, kepada pihak kepolisian.

Kepala DLHK Kota Depok Reni Siti mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Depok untuk mengetahui identitas dan alamat pemilik kendaraan.

Setelah identitas dan alamat pemilik kendaraan diketahui, DLHK akan melakukan verifikasi terhadap lokasi usaha yang bersangkutan.

Namun, untuk penindakan terhadap dugaan pembuangan limbah secara sembarangan, DLHK menyerahkan proses tersebut kepada Polres Metro Depok.

“Untuk tindak lanjut kasus tersebut sudah ditangani langsung oleh pihak kepolisian sehingga saat ini kami fokus pada kerusakan lingkungan akibat pembuangan sembarangan tersebut,” ujar Reni saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (24/8/2026).

Baca Juga :  18 Warga Buleleng Digigit Anjing Diduga Rabies, Petugas Masih Lakukan Pencarian

Reni menjelaskan, setelah memperoleh data kendaraan, DLHK juga akan mendatangi lokasi usaha milik pemilik kendaraan untuk melakukan verifikasi.

Apabila lokasi usaha berada di luar wilayah Kota Depok, DLHK akan berkoordinasi dengan DLHK kabupaten atau kota tempat usaha tersebut berada.

DLHK Fokus Mitigasi Dampak Lingkungan

Mengenai sanksi yang dapat dikenakan kepada pelaku, Reni menyebut hal tersebut untuk sementara menjadi ranah kepolisian.

“Kalau untuk saat ini, karena sudah menjadi ranah kepolisian maka bisa dikomunikasikan dengan pihak kepolisian,” kata Reni.

Baca Juga :  Kejagung: Sidang Etik Febrie Adriansyah Digelar Setelah Proses Pidana Rampung

Saat ini, DLHK Kota Depok berfokus pada upaya mitigasi terhadap dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan akibat pembuangan air aki ke sungai.

Salah satu yang menjadi perhatian DLHK adalah kondisi dan kualitas air di lokasi pembuangan.

“Saat ini sudah kami mitigasi kondisi dilapangannya semoga dalam waktu dekat sudah diperoleh hasilnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kompas.com telah mencoba meminta konfirmasi lebih lanjut kepada Polres Metro Depok mengenai penanganan kasus tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan.

Pos terkait