JAKARTA – Meninggalnya tiga peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi perhatian sejumlah anggota DPR RI.
Mereka meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh agar tidak ada lagi korban jiwa dalam pelaksanaan program tersebut.
Berdasarkan data Kementerian Pertahanan (Kemhan), hingga saat ini tercatat tiga calon manajer Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti rangkaian program.
DPR Minta Evaluasi Menyeluruh
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius, terutama terkait aspek kesehatan, keselamatan, dan mekanisme pelaksanaan kegiatan.
“Peristiwa ini tentu menjadi perhatian serius dan diharapkan dapat dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan, keselamatan, prosedur pelaksanaan, serta pendampingan peserta agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” kata Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Politikus PDI Perjuangan itu juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya para peserta yang mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dalam program tersebut.
Menurut Hasanuddin, materi pelatihan sebaiknya lebih disesuaikan dengan kebutuhan calon pengelola koperasi dan tidak terlalu berorientasi pada kegiatan fisik yang bersifat militeristik.
“Ya mungkin materinya sajalah, ya. Materinya saja, kemiliteran dalam konteks seperti militer, latihan menembak, kemudian baris-berbaris, panas-panasan, ya dikurangi,” ujarnya.





