Deretan Kasus yang Menjerat Bupati Kuansing: Diduga Terima Suap Land Cruiser, Pajero hingga Potong SHU Petani

Land Cruiser Diduga Sempat Akan Dijual

KPK juga mengungkap adanya dugaan upaya menyembunyikan mobil Toyota Land Cruiser yang diduga merupakan hasil suap.

Menurut Taufik, terdapat pihak-pihak yang berusaha menjual kendaraan tersebut ke sebuah showroom karena diduga mengetahui Suhardiman tengah dipantau oleh KPK.

“KPK mendapatkan informasi adanya pihak-pihak yang mencoba menghilangkan atau menyembunyikan keberadaannya, yakni dengan cara menjual kepada showroom. Hal ini diduga karena SA mengetahui dirinya sedang dipantau oleh Tim KPK,” kata Taufik.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT), penyidik menyita satu unit Mitsubishi Pajero Sport senilai Rp700 juta.

Baca Juga :  Melawan Tuntutan 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Jalani Sidang Pledoi

Selain itu, KPK turut mengamankan barang bukti elektronik berupa transaksi pembayaran cicilan Toyota Land Cruiser 300 GR-S.

“Mobil itu digunakan sebagai instrumen penyuapan oleh ZKN (Sekda Zulkarnaen),” ujarnya.

KPK Dalami Dugaan Pemotongan SHU Petani

Tak hanya dugaan suap jabatan, KPK juga mendalami dugaan penerimaan lain yang berkaitan dengan pelepasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Kabupaten Kuansing.

Taufik menjelaskan, pemerintah daerah memiliki kewenangan memberikan rekomendasi teknis dan kesesuaian tata ruang, sedangkan kewenangan pelepasan kawasan hutan berada di Kementerian Kehutanan.

Dalam penyidikan, KPK menduga Suhardiman meminta sebagian Sisa Hasil Usaha (SHU) milik anggota Koperasi Unit Desa yang merupakan para petani.

Baca Juga :  KPK Ungkap Maktour dan Kesthuri Diduga Atur Kuota Haji Khusus, Raup Untung Miliaran Rupiah

“Uang yang diduga diminta adalah sebagian dari Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota KUD yang merupakan para petani di Kuansing,” kata Taufik.

Menurutnya, dugaan pemotongan tersebut berdampak langsung terhadap penghasilan para petani.

“Dengan kata lain, penghasilan para petani yang berkisar ratusan ribu rupiah per bulannya tersebut, harus dipotong setengahnya,” sambungnya.

Meski demikian, KPK menegaskan penyidikan terkait dugaan penerimaan tersebut masih terus didalami.

“Namun demikian, KPK masih akan terus melakukan pendalaman lebih lanjut terkait dugaan penerimaan tersebut,” ujarnya.

Pos terkait