Tolak Penambahan Batalyon Baru
Selain menyoroti peran TNI dalam urusan sipil, mahasiswa juga meminta pemerintah menunda atau membatalkan rencana pembentukan batalyon baru di sejumlah kabupaten dan kota.
Menurut Damses, kebijakan tersebut belum memiliki urgensi strategis yang jelas dan berpotensi menambah beban anggaran negara.
“Kami meminta pembangunan batalyon di setiap kabupaten/kota dan penambahan pasukan ditunda atau dihentikan karena saat ini tidak ada urgensi strategisnya. Itu juga bagian dari pemborosan anggaran,” katanya.
Aksi demonstrasi akhirnya berakhir kondusif setelah pihak Kodim menerima aspirasi mahasiswa dan membuka peluang dialog lanjutan melalui forum yang lebih tertib.





