Demo Mahasiswa di Kodim Medan Soroti Keterlibatan TNI dalam MBG, Dandim Tegaskan Markas Militer Bukan Lokasi Orasi

Kodim Pilih Dialog dan Terima Aspirasi Mahasiswa

Meski menilai lokasi aksi tidak sesuai aturan, pihak Kodim 0201/Medan memilih pendekatan dialogis dan tidak mengambil langkah represif terhadap peserta aksi.

Delli Yuda bahkan turun langsung menemui perwakilan mahasiswa untuk menerima dokumen berisi tuntutan mereka. Menurutnya, dialog menjadi cara yang lebih efektif untuk membahas substansi aspirasi tanpa mengganggu ketertiban umum.

“Makanya tadi kami mencoba untuk berdiskusi. Langkah baiknya kalau kita berdiskusi masuk ke dalam,” ungkapnya.

Baca Juga :  KPK Periksa Enam Saksi untuk Lengkapi Berkas Perkara Anwar Sadad

Ia juga mengingatkan bahwa aksi di depan markas militer berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

“Kalau tetap menyampaikan orasi di depan, tentunya akan mengganggu hak-hak masyarakat yang menggunakan jalan. Niatnya baik, tetapi bisa mendapat penilaian negatif,” jelasnya.

Delli turut mengapresiasi mahasiswa karena aksi dapat berlangsung tanpa bentrokan hingga selesai.

GMNI: Militer Kembali ke Fungsi Pertahanan

Ketua DPC GMNI Kota Medan, Damses Sianturi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Baca Juga :  DPR Minta Kampus Nonaktifkan Dosen Penasehat Daycare Little Aresha, Soroti Kasus Kekerasan Anak

Menurutnya, mahasiswa menolak semakin luasnya keterlibatan militer dalam program-program sipil, termasuk MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih.

“Agar militer itu tidak lagi menduduki jabatan-jabatan sipil,” tegas Damses.

Ia menilai TNI seharusnya fokus menjalankan fungsi utama sebagai alat pertahanan negara dan tidak masuk terlalu jauh ke ranah pemerintahan sipil.

“Biarlah militer kembali ke barak, biarlah militer kembali ke fungsinya sebagai militer,” ujarnya.

Pos terkait