Disdik Jawa Barat Disebut Sudah Bergerak
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Jawa Barat telah mengambil langkah awal untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Namun, hingga kini belum dijelaskan secara rinci bentuk penanganan yang telah dilakukan.
Pemerintah juga belum menyampaikan apakah pihak sekolah telah dimintai klarifikasi terkait informasi bahwa korban diduga dikeluarkan setelah kasus tersebut mencuat.
Selain itu, belum ada penjelasan mengenai tindak lanjut terhadap oknum guru yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Disdik Jabar Belum Sampaikan Penjelasan Rinci
Meski disebut telah bergerak, Dinas Pendidikan Jawa Barat belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat, belum bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut.
Menurut Deden, dirinya masih menunggu arahan dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat sebelum menyampaikan keterangan kepada publik.
Hingga saat ini, masyarakat masih menantikan kejelasan mengenai status pendidikan korban, upaya pemulihan yang akan diberikan, serta langkah yang akan diambil terhadap pihak sekolah maupun pihak yang diduga terlibat.
Hak Pendidikan Korban Menjadi Perhatian
Kasus ini menjadi perhatian karena korban dugaan pelecehan seksual disebut justru kehilangan akses pendidikan setelah peristiwa tersebut terungkap.
Padahal, korban kekerasan seksual berhak memperoleh perlindungan, pendampingan, serta kesempatan untuk tetap melanjutkan pendidikan.
Intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan dapat memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh, baik terkait pemenuhan hak pendidikan korban, pendampingan psikososial, maupun tindak lanjut terhadap pihak-pihak terkait.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kasus tersebut akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar penyelesaiannya tidak berlarut-larut.





