Eks Menhan AS Leon Panetta Beri 3 Opsi untuk Trump Akhiri Perang Iran

WASHINGTON DC – Mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Leon Panetta memaparkan tiga opsi yang dapat dipertimbangkan Presiden Donald Trump untuk menghindari kebuntuan dalam perang melawan Iran.

Berbicara kepada The Guardian yang dilansir Minggu (6/9/2026), Panetta menyebut opsi pertama yang dapat dipertimbangkan Trump adalah mengakhiri perang dan mengakui bahwa konflik tersebut gagal.

Panetta mengatakan Trump kini berada dalam posisi sulit untuk menentukan jalan keluar dari konflik tersebut.

Sebelumnya, ia menjelaskan dilema yang dihadapi Trump, yakni memilih antara memperluas perang untuk menghilangkan pengaruh Iran terhadap Selat Hormuz atau meninggalkan konflik dan menyatakan kemenangan meski berisiko dianggap gagal.

Mantan Direktur CIA pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama itu bahkan mengkhawatirkan perang dengan Iran dapat berlangsung berkepanjangan tanpa penyelesaian, seperti yang terjadi dalam perang di Irak dan Afghanistan.

Baca Juga :  AS dan Iran Ubah Rencana, Kesepakatan Nuklir Akan Ditandatangani Secara Digital

“Menurut saya, kemungkinan besar perang ini akan berlanjut selama enam bulan lagi tanpa penyelesaian,” ujarnya.

“Bukan suatu rahasia bahwa Amerika Serikat dan Iran terjebak dalam kebuntuan yang parah, di mana hanya ada sangat sedikit pilihan yang tersedia untuk mengakhiri perang ini.”

Meski demikian, Panetta mengaku masih sulit membayangkan Trump bersedia mengambil opsi tersebut.

Tiga Opsi untuk Mengakhiri Perang Iran

Opsi kedua yang disampaikan Panetta adalah AS dan Iran terus melakukan serangan secara bergantian atau saling membalas.

Dalam skenario ini, kedua pihak dapat berupaya mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih berbahaya. Namun, pada saat yang sama, keduanya tidak bersedia berunding ataupun menyerah.

Panetta mengatakan skenario tersebut berpotensi membuat perang berlangsung semakin lama.

Sementara itu, opsi ketiga adalah AS mengambil kendali atas Selat Hormuz.

Baca Juga :  AS dan Iran Sepakati Pembukaan Selat Hormuz, Diharapkan Dorong Stabilitas Ekonomi Global

Menurut Panetta, langkah tersebut dapat menghilangkan salah satu sumber pengaruh paling berbahaya yang dimiliki Iran terhadap AS, yakni kemampuan untuk menutup atau mengganggu jalur perdagangan melalui selat tersebut.

Panetta menilai Selat Hormuz menjadi salah satu titik penting dalam menentukan apakah AS dapat mengakhiri konflik dengan Iran.

Ia mengatakan perang tersebut baru dapat dianggap dimenangkan AS apabila terjadi perubahan besar dalam sikap Washington dan tujuan utama diarahkan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

“Presiden harus mengambil langkah dan melakukan apa yang diperlukan untuk membuka Selat Hormuz,” kata Panetta.

Jika hal tersebut tidak dilakukan, menurut Panetta, Trump hanya akan terus mempertahankan kebuntuan sambil menciptakan kesan bahwa AS memenangkan perang, meskipun konflik belum terselesaikan.

Pos terkait