Setelah 74 Tahun, Puing Pesawat Pan Am Clipper Endeavor yang Jatuh di Samudra Atlantik Akhirnya Ditemukan

JAKARTA – Puing-puing pesawat Pan American Airways (Pan Am) Clipper Endeavor akhirnya ditemukan setelah 74 tahun tenggelam di Samudra Atlantik. Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah penerbangan karena kecelakaan tersebut turut mendorong lahirnya aturan pengarahan keselamatan wajib bagi penumpang pesawat komersial.

Pesawat Clipper Endeavor jatuh pada 11 April 1952 setelah mengalami kerusakan pada beberapa mesin sesaat setelah lepas landas. Pesawat tersebut ditemukan di kedalaman sekitar 610 meter di bawah permukaan laut di lepas pantai Puerto Rico menggunakan drone yang dilengkapi teknologi sonar.

Dikutip dari BBC, Rabu (22/7/2026), meski seluruh penumpang dan awak pesawat sempat selamat dari benturan saat pendaratan darurat di laut, sebagian besar tidak berhasil bertahan hidup karena kesulitan menemukan jaket pelampung dan rakit penyelamat ketika pesawat tenggelam dengan cepat.

Baca Juga :  Lebih dari 1.000 Sanksi AS Tak Mampu Lumpuhkan Iran, Teheran Tetap Raup Miliaran Dolar dari Minyak

Dari total 69 orang yang berada di dalam pesawat, yang terdiri dari 64 penumpang dan lima awak, hanya 17 orang yang berhasil selamat.

Awal Mula Pengarahan Keselamatan Wajib di Pesawat

Tragedi Clipper Endeavor memicu reformasi besar dalam dunia penerbangan, termasuk diterapkannya pengarahan keselamatan wajib sebelum penerbangan komersial.

Ekspedisi pencarian bangkai pesawat dipimpin oleh Air/Sea Heritage Foundation bekerja sama dengan Expedition Unknown dari Discovery Channel serta sejumlah organisasi lainnya.

Pada Juni lalu, tim peneliti berhasil menemukan puing-puing pesawat Douglas DC-4 tersebut menggunakan drone sonar otonom yang mendeteksi badan dan ekor pesawat di dasar laut.

“Kami semua terkejut dan gembira atas penemuan ini, namun juga merasa rendah hati mengingat apa yang terjadi di tempat itu begitu lama,” kata Presiden Air/Sea Heritage Foundation, Russ Matthews.

Baca Juga :  Tragedi Perayaan Juara Spanyol, Air Mancur Roboh Tewaskan Bocah 13 Tahun di Salamanca

Pesawat tersebut diketahui sedang melakukan penerbangan menuju New York ketika pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat di laut akibat kerusakan mesin.

Peristiwa yang terjadi setelah pendaratan darurat itu kemudian menjadi katalis lahirnya berbagai regulasi keselamatan penerbangan modern, termasuk kewajiban menyediakan peralatan keselamatan yang lebih baik dan pengarahan pra-penerbangan bagi seluruh penumpang.

Saat ini, awak kabin diwajibkan menjelaskan lokasi pintu darurat, rompi penyelamat, serta tata cara penggunaannya sebelum pesawat lepas landas.

“Setiap kali Anda naik pesawat hari ini, Anda lebih aman karena apa yang terjadi pada Clipper Endeavor dan para penumpangnya tiga perempat abad yang lalu,” ujar pembawa acara Expedition Unknown, Josh Gates.

Pos terkait