Jakarta Barat Peringkat Kedua Pemain Judi Online Terbanyak, Wali Kota Akan Koordinasi dengan Polisi

JAKARTA – Jakarta Barat menempati peringkat kedua sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Indonesia berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Data tersebut dipublikasikan melalui laporan PPATK yang dirilis pada Rabu (24/6/2026).

Menanggapi temuan itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk membahas langkah penanganan aktivitas judi online di wilayahnya.

“Iya, iya. Nanti isu ini kita akan bawa ya kepada pihak kepolisian tentunya. Nanti kita akan diskusi dengan Pak Kapolres untuk melanjutkan, apa, melakukan langkah-langkah selanjutnya,” ujar Iin kepada wartawan usai membuka Pekan Raya Grogol di Hotel Aston Kartika, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga :  435 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Aksi Mahasiswa di DPRD Kota Malang

Meski demikian, Iin menilai pemerintah masih perlu mempelajari data tersebut secara lebih rinci sebagai dasar penyusunan langkah penanganan di lapangan.

Menurutnya, informasi yang dirilis PPATK tetap menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya praktik judi online.

“Prinsipnya, ketika ini ada informasi, ya secara kebenaran informasi itu kan kita juga perlu kejelasan data. Tapi setidaknya menjadi warning buat kita semua untuk prepare atau aware,” katanya.

Pencegahan Dimulai dari Lingkungan Keluarga

Iin menegaskan pemberantasan judi online tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat, terutama keluarga.

Menurut dia, orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengawasi anggota keluarga agar tidak terjerumus dalam aktivitas perjudian daring.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Sebut Kondisi Dokter Tifa Lebih Parah dari Roy Suryo Jelang Pelimpahan ke Kejari Jaksel

“Aware ini bukan hanya bicara dari sisi kaitan dengan penegakan hukumnya saja, tetapi mitigasinya perlu dilakukan oleh semua, terutama yang paling penting itu dari keluarga,” tuturnya.

Ia berharap orang tua dapat menjadi teladan sekaligus mengingatkan anak-anak maupun anggota keluarga apabila ditemukan perilaku yang mengarah pada praktik judi online.

“Setidaknya, saya berharap dari pihak terendahnya siapa? Keluarga. Orang tua juga harus memastikan bahwa anak-anaknya, keluarganya, semua dalam keadaan baik, artinya mengikuti ketentuan. Ketika memang ini ada hal-hal perilaku ya atau yang tidak tepat, ya orang tua punya kewajiban untuk mengingatkan sebagai teladan,” jelas Iin.

Pos terkait