Elon Musk: Massa dan Energi Disebut Akan Gantikan Peran Uang Konvensional seperti Dolar AS

CEO SpaceX sekaligus pemilik Tesla, Elon Musk, menyatakan pandangannya bahwa di masa depan konsep massa dan energi dapat menggantikan peran uang konvensional seperti dolar Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Musk melalui akun resmi X @elonmusk pada Selasa (16/6/2026), yang kemudian dikutip sejumlah media internasional, termasuk Benzinga.

“Jauh sebelum itu, uang konvensional tidak akan lagi relevan. Massa & energi akan menggantikan uang (dollar AS),” tulis Musk.

Energi Murah dan AI Jadi Dasar Perubahan

Musk menjelaskan bahwa gagasan tersebut berkaitan dengan pengembangan komputasi kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa, termasuk rencana pembangunan infrastruktur di Bulan menggunakan panel surya dan sistem pendingin skala besar.

Baca Juga :  MacBook Neo vs Laptop Windows 10 Jutaan: Mana yang Lebih Unggul di 2026?

Menurutnya, jika energi dapat diproduksi secara sangat murah atau bahkan nyaris tanpa biaya, maka nilai uang konvensional akan tertekan karena perannya sebagai alat tukar menjadi kurang relevan.

Pendanaan Besar SpaceX dan Target Ambisius

Di sisi lain, ambisi besar tersebut tetap membutuhkan pendanaan raksasa. Salah satunya melalui rencana IPO SpaceX yang dilaporkan berhasil menghimpun dana sekitar 85,7 miliar dolar AS atau setara Rp1,5 kuadriliun.

Baca Juga :  Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak di Tengah Ketegangan dengan AS

Perusahaan tersebut juga menargetkan pendapatan hingga 1 triliun dolar AS pada 2030, yang akan digunakan untuk mendukung peluncuran sekitar 100.000 satelit jaringan Starlink.

Target Produksi Ribuan Satelit

Untuk mewujudkan rencana tersebut, SpaceX menargetkan produksi ribuan satelit per tahun, dengan kapasitas hingga 5.000–10.000 unit setiap tahunnya.

Perusahaan juga mengandalkan roket Starship yang dapat digunakan kembali untuk menekan biaya peluncuran secara signifikan, sehingga lebih efisien dibandingkan metode konvensional.

Pos terkait