Gempa bumi dengan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga Gorontalo pada Jumat (5/6/2026) pagi sekitar pukul 06.28 WIB.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mencatat kekuatan gempa sebesar M5,8 dengan pusat gempa di Tenggara Bonebolango, Gorontalo.
“Gempa Mag:5.8, 05-Jun-2026 06:28:30WIB, Lok:0.18LS, 123.30BT (81 km Tenggara BONEBOLANGO-GORONTALO), Kedlmn:117 Km. Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG melalui akun X.
BMKG kemudian melakukan pemantauan intensif secara berkala karena parameter awal gempa masih berpotensi berubah seiring masuknya data seismik yang lebih lengkap dari stasiun pemantauan.
Beberapa saat setelah itu, BMKG memperbarui informasi dan menyatakan magnitudo gempa menjadi M5,6.
“Gempa (UPDATE) Mag:5.6, 05-Jun-26 06:28:33 WIB, Lok:0.18 LS, 123.13 BT (Pusat gempa berada di laut 70 km timur laut Pulau Puah), Kedlmn:91 Km Dirasakan (MMI) III-IV Luwuk, III Gorontalo, II Taliabu,” lanjut keterangan BMKG.
Pusat gempa diketahui berada di laut pada kedalaman 91 kilometer di sebelah timur laut Pulau Puah. BMKG juga memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Getaran gempa akibat aktivitas lempeng tektonik ini dirasakan cukup luas oleh masyarakat di sejumlah wilayah lintas provinsi.
BMKG mencatat, guncangan paling kuat dirasakan di wilayah Luwuk serta Kabupaten Bone Bolango dengan skala III–IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Selain itu, getaran juga dirasakan lemah hingga sedang di Kota Gorontalo (III MMI), serta skala II–III MMI di Kabupaten Taliabu, Pohuwato, Boalemo, dan Gorontalo Utara.





