Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami
Seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada wartawan bahwa Aeon Kumamoto melaporkan adanya kebocoran gas, namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
Menteri Pertahanan Jepang menyatakan militer telah mengerahkan 3.600 personel untuk operasi penyelamatan serta mengoperasikan 20 pesawat guna memantau tingkat kerusakan dari udara.
Ratusan petugas tanggap darurat dari prefektur tetangga juga telah tiba di wilayah terdampak sejak Selasa malam.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan wilayah yang mengalami guncangan terkuat masih berpotensi mengalami gempa besar lainnya dan longsor selama sekitar satu pekan ke depan. Hal itu disebabkan gempa dangkal tersebut masih memicu aktivitas seismik di kawasan itu.
Hingga Rabu pagi, lebih dari 60 gempa susulan telah tercatat dengan magnitudo antara 1 hingga 4.
JMA juga sempat mengeluarkan peringatan tsunami sesaat setelah gempa utama terjadi. Namun, peringatan tersebut dicabut sekitar dua jam kemudian setelah kondisi dinyatakan lebih aman.
Jepang, Salah Satu Negara Paling Rawan Gempa di Dunia
Jepang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) sehingga menjadi salah satu negara paling rawan gempa di dunia. Gempa bumi tercatat terjadi rata-rata setiap lima menit di negara tersebut, dan sekitar 20 persen gempa bermagnitudo 6 atau lebih di dunia terjadi di Jepang.
Gempa Kumamoto pada 2016 diketahui menewaskan 275 orang dan melukai 2.739 orang serta merusak ribuan bangunan, termasuk Kastel Kumamoto yang menjadi salah satu objek wisata terkenal di Jepang.
Sebagian dinding batu Kastel Kumamoto dilaporkan kembali mengalami kerusakan akibat gempa terbaru ini.
Jepang juga masih dibayangi tragedi gempa bawah laut bermagnitudo 9,0 yang terjadi pada 2011 dan memicu tsunami dahsyat. Bencana tersebut menewaskan atau menyebabkan sekitar 18.500 orang hilang serta memicu krisis nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima.





