Ada Low Latency Profile
Salah satu peningkatan yang menjadi perhatian adalah Low Latency Profile.
Teknologi ini memungkinkan prosesor bekerja pada frekuensi yang lebih tinggi untuk menyelesaikan pekerjaan singkat dengan cepat. Setelah pekerjaan selesai, prosesor dapat kembali ke kondisi yang lebih hemat daya.
Microsoft menerapkan optimasi tersebut pada sejumlah aktivitas Windows, termasuk ketika membuka Start, menjalankan Search, menampilkan antarmuka sistem, hingga membuka aplikasi.
Dengan demikian, Windows 11 26H2 tidak membuat kemampuan prosesor menjadi lebih tinggi. Microsoft mengoptimalkan cara sistem operasi memanfaatkan performa CPU yang sudah tersedia.
Penggunaan RAM Bisa Lebih Rendah
Selain peningkatan responsivitas, sejumlah pengguna juga melaporkan penggunaan RAM yang lebih rendah setelah beralih ke Windows 11 26H2.
Dalam beberapa kasus, penurunan penggunaan RAM disebut mencapai sekitar 1 GB hingga 3 GB.
Namun, angka tersebut tidak berlaku untuk seluruh perangkat. Penggunaan RAM dapat berbeda-beda tergantung spesifikasi komputer, aplikasi, driver, layanan yang berjalan di latar belakang, hingga konfigurasi masing-masing perangkat.
Microsoft sendiri terus melakukan optimasi efisiensi memori pada berbagai komponen Windows.
Apabila penggunaan RAM untuk proses latar belakang dapat dikurangi, lebih banyak sumber daya memori dapat tersedia untuk aplikasi yang sedang digunakan.
File Explorer hingga Windows Search Makin Responsif
Microsoft juga melakukan sejumlah optimasi pada File Explorer agar kinerjanya lebih cepat dan responsif.
Perubahan tersebut mungkin tidak selalu terlihat dalam pengujian benchmark. Namun, peningkatannya dapat lebih terasa ketika pengguna melakukan aktivitas sehari-hari, seperti membuka folder, mencari file, atau mengelola dokumen.
Windows Search dan Start juga mendapatkan peningkatan responsivitas.
Aktivitas sederhana seperti menekan tombol Windows, mengetik nama aplikasi, atau membuka Search dapat terasa lebih cepat setelah pembaruan.
Meski demikian, Windows 11 26H2 tidak otomatis membuat seluruh PC menjadi jauh lebih cepat.
Pengalaman setiap pengguna dapat berbeda karena dipengaruhi oleh prosesor, SSD, kapasitas RAM, driver, aplikasi yang terpasang, serta berbagai proses yang berjalan di latar belakang.





