Keluarga Sebut dr. Icha Mengalami Tekanan Psikologis
dr. Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya pada Jumat (26/6/2026).
Pihak keluarga menyebut dokter berusia 28 tahun tersebut sempat mengalami tekanan psikologis setelah insiden yang terjadi saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara.
Paman almarhumah, Victor Manbait, mengatakan dr. Icha mengaku mengalami ketakutan setelah mendapat bentakan saat menangani pasien anak korban gigitan ular.
“Dokter Icha mengaku masih ketakutan dan mengalami tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas,” ujar Victor.
Keluarga juga menyampaikan bahwa dr. Icha sempat menjalani perawatan medis dan pemeriksaan kesehatan jiwa sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Anggota DPRD Bantah Lakukan Intimidasi
Dua anggota DPRD TTU yang disebut dalam peristiwa tersebut, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, membantah telah melakukan intimidasi terhadap dr. Icha maupun tenaga kesehatan lainnya.
Therensius mengakui nada bicaranya sempat meninggi karena situasi saat itu berlangsung dalam kondisi panik melihat pasien.
“Kami akui dalam situasi itu nada bicara memang sempat meninggi karena panik melihat kondisi pasien. Tetapi sama sekali tidak ada niat untuk mengintimidasi dokter ataupun tenaga kesehatan,” kata Therensius.
Sementara itu, Norbertus mengatakan dirinya bersama Therensius hanya meminta penjelasan mengenai kondisi pasien.
Menurutnya, setelah memperoleh penjelasan dari dokter, mereka juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak rumah sakit.





