Puluhan Veteran AS Ditangkap Usai Demo Tolak Perang Iran

Jakarta — Puluhan veteran militer Amerika Serikat ditangkap setelah menggelar aksi protes menentang perang AS dan Israel melawan Iran, Senin (20/4).

Aksi tersebut berlangsung di rotunda Gedung Kantor Cannon House, di mana sekitar 60 veteran dan anggota keluarga berkumpul. Sebagian dari mereka mengenakan seragam militer sambil membawa spanduk bertuliskan “Akhiri Perang di Iran” dan “Kita Tidak Mampu Membiayai Perang Lain”.

Para peserta juga menggelar upacara melipat bendera sebagai simbol penghormatan kepada prajurit yang gugur serta mereka yang berpotensi menjadi korban jika konflik berlanjut. Sejumlah demonstran terlihat membawa bunga tulip merah untuk mengenang warga Iran yang tewas.

Baca Juga :  Asrama Putri di Kenya Terbakar, 16 Anak Dilaporkan Tewas

Aksi ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan perang yang disebut dimulai oleh Presiden Donald Trump bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 28 Februari lalu.

Direktur Eksekutif Center on Conscience and War, Mike Prysner, menyebut perang tersebut semakin tidak populer di dalam negeri.

“Perang ini sudah sangat tidak populer dan telah menjadi krisis bagi pemerintahan Trump,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa lebih dari 100 anggota militer mulai mengajukan diri sebagai penolak wajib militer. Menurutnya, jika semakin banyak yang bersuara, tekanan terhadap pemerintah akan semakin besar.

Baca Juga :  Trump Murka Dikritik soal Kesepakatan Iran, JD Vance Pasang Badan Bela Perjanjian AS-Iran

Selain itu, pihak Polisi Capitol AS turut mengamankan puluhan demonstran atas tindakan pembangkangan sipil.

Salah satu perwakilan Center on Conscience and War, Tyler Romero, juga menyerukan kepada anggota militer aktif untuk mempertimbangkan sikap mereka terhadap konflik tersebut.

Aksi ini diorganisir oleh koalisi sejumlah organisasi, antara lain About Face, Veterans for Peace, Common Defense, CCW, Fayetteville Resistance Coalition, Military Families Speak Out, dan 50501 Veterans.

Pos terkait