Penyidik Libatkan Sejumlah Ahli
Untuk memperkuat pembuktian, penyidik akan meminta keterangan dari sejumlah ahli, mulai dari ahli pidana, ahli psikologi, ahli grafologi untuk membandingkan tulisan maupun tanda tangan jika diperlukan, hingga tenaga medis yang akan mendalami kondisi kesehatan korban berdasarkan rekam medis.
“Kami memastikan seluruh fakta akan diuji melalui mekanisme penyidikan yang profesional. Setiap keterangan saksi, barang bukti, alat bukti elektronik, maupun pendapat ahli akan dianalisis secara objektif sehingga hasil penyelidikan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujar Henry.
Ia menegaskan, Polda NTT tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan tidak akan mengambil kesimpulan sebelum seluruh proses penyelidikan dan penyidikan selesai dilakukan.
Menurut Henry, evaluasi terhadap perkembangan perkara akan dilakukan secara berkala oleh tim investigasi gabungan bersama seluruh unsur yang terlibat guna memastikan penanganan kasus berjalan optimal.
Polda NTT juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi mengganggu proses penyidikan.
Selain itu, kepolisian mengajak masyarakat yang mengetahui, melihat, mendengar, atau memiliki informasi terkait perkara tersebut untuk menyampaikannya kepada penyidik.
Informasi dari masyarakat dinilai penting untuk membantu mengungkap fakta secara utuh sehingga proses penegakan hukum dapat dilakukan secara objektif berdasarkan alat bukti yang sah.
“Kami mengajak siapa pun yang memiliki informasi yang relevan dengan perkara ini untuk menyampaikannya kepada kami. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti dan verifikasi sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kami juga mengajak masyarakat memberikan kepercayaan kepada penyidik agar proses penanganan perkara dapat berjalan secara profesional, transparan, objektif, dan akuntabel,” pungkas Henry.





