Pencuri Kabur Naik Robotaxi Waymo, Polisi San Francisco Kesulitan Lacak Pelaku Selama Berbulan-bulan

Kebijakan Privasi Jadi Kendala Penyelidikan

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechSpot, Waymo tidak pernah mengungkap secara terbuka berapa lama perusahaan menyimpan rekaman video dari armada robotaxi miliknya.

Perusahaan juga tidak memberikan komentar terkait detail kasus pencurian tersebut.

Waymo menjelaskan bahwa setiap permintaan data dari aparat penegak hukum akan ditinjau terlebih dahulu untuk memastikan permintaan tersebut sah secara hukum.

Baca Juga :  HP Curian Masih Aktif, Polisi Wonosobo Lacak Pelaku Pencurian hingga Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Perusahaan juga dapat menolak atau membatasi cakupan data yang diminta demi menjaga privasi pengguna.

Selain itu, Waymo menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition) maupun sistem identifikasi biometrik lainnya.

Kasus ini menunjukkan bahwa kendaraan otonom yang dilengkapi banyak kamera belum tentu mampu mempermudah proses penyelidikan tindak kriminal.

Baca Juga :  Konflik AS-Iran Ancam Ekosistem Laut Selat Hormuz, Tumpahan Minyak Jadi Risiko Besar

Meski kendaraan dapat merekam kondisi di dalam maupun di luar selama perjalanan, data tersebut belum tentu dapat dimanfaatkan aparat penegak hukum apabila telah dihapus sesuai kebijakan penyimpanan perusahaan atau dianonimkan untuk melindungi privasi pengguna.

Berdasarkan laporan New York Post, hingga kini kepolisian belum mengumumkan identitas tersangka maupun melakukan penangkapan.

Pos terkait