Kebijakan Privasi Jadi Kendala Penyelidikan
Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechSpot, Waymo tidak pernah mengungkap secara terbuka berapa lama perusahaan menyimpan rekaman video dari armada robotaxi miliknya.
Perusahaan juga tidak memberikan komentar terkait detail kasus pencurian tersebut.
Waymo menjelaskan bahwa setiap permintaan data dari aparat penegak hukum akan ditinjau terlebih dahulu untuk memastikan permintaan tersebut sah secara hukum.
Perusahaan juga dapat menolak atau membatasi cakupan data yang diminta demi menjaga privasi pengguna.
Selain itu, Waymo menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition) maupun sistem identifikasi biometrik lainnya.
Kasus ini menunjukkan bahwa kendaraan otonom yang dilengkapi banyak kamera belum tentu mampu mempermudah proses penyelidikan tindak kriminal.
Meski kendaraan dapat merekam kondisi di dalam maupun di luar selama perjalanan, data tersebut belum tentu dapat dimanfaatkan aparat penegak hukum apabila telah dihapus sesuai kebijakan penyimpanan perusahaan atau dianonimkan untuk melindungi privasi pengguna.
Berdasarkan laporan New York Post, hingga kini kepolisian belum mengumumkan identitas tersangka maupun melakukan penangkapan.





