Pencuri Kabur Naik Robotaxi Waymo, Polisi San Francisco Kesulitan Lacak Pelaku Selama Berbulan-bulan

SAN FRANCISCO – Seorang pelaku pencurian di San Francisco, Amerika Serikat (AS), memanfaatkan layanan taksi tanpa pengemudi (robotaxi) Waymo untuk melarikan diri usai membobol sebuah studio yoga.

Ironisnya, kendaraan yang dipenuhi kamera tersebut justru tidak mempermudah proses penyelidikan. Hingga hampir enam bulan sejak kejadian, polisi belum berhasil mengidentifikasi maupun menangkap pelaku.

Peristiwa itu terjadi pada Januari 2026 di studio Hot 8 Yoga yang berada di kawasan Marina District, San Francisco.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), pelaku terlihat masuk ke dalam studio, mengambil sejumlah barang dagangan berupa pakaian olahraga, kemudian keluar hanya beberapa menit setelahnya.

Di luar lokasi, sebuah robotaxi Waymo sudah menunggu. Pelaku kemudian masuk ke kendaraan tanpa pengemudi tersebut dan langsung meninggalkan tempat kejadian.

Baca Juga :  China Kecam Blokade Selat Hormuz oleh AS, Sebut Tindakan Berbahaya dan Tak Bertanggung Jawab

Awalnya, Kepolisian San Francisco meyakini kasus ini akan lebih mudah diungkap karena armada Waymo generasi terbaru dilengkapi 29 kamera yang mampu merekam kondisi di sekitar kendaraan dari berbagai sudut. Selain itu, setiap perjalanan juga terhubung dengan akun pengguna.

“Saya pikir kasus ini akan lebih mudah diselesaikan jika pelakunya menggunakan Waymo,” kata Sersan Tim Faye, detektif yang menangani kasus tersebut, kepada San Francisco Chronicle.

Meski demikian, penyelidikan justru menemui hambatan. Polisi kemudian mengajukan surat perintah untuk memperoleh data perjalanan, informasi akun pengguna, serta rekaman video dari robotaxi yang digunakan pelaku.

Namun, akun yang dipakai untuk memesan kendaraan tersebut tidak banyak membantu proses penyelidikan.

Baca Juga :  Dua WN China Bertopeng Lionel Messi Bobol Rumah Mewah di Bogor, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Menurut keterangan kepolisian, layanan transportasi itu dapat dipesan menggunakan kartu pembayaran hasil curian maupun nomor ponsel sementara (burner phone), sehingga identitas asli pengguna sulit ditelusuri.

Hambatan lainnya berasal dari kebijakan penyimpanan data Waymo. Saat surat perintah diajukan pada April 2026, perusahaan sudah tidak lagi menyimpan rekaman kamera dari dalam kabin kendaraan pada saat pencurian terjadi.

Sementara itu, rekaman dari kamera luar kendaraan memang masih tersedia. Namun, wajah seluruh orang yang terekam telah diburamkan (blur) sebagai bagian dari kebijakan perlindungan privasi perusahaan.

“Sangat tidak biasa seorang tersangka menggunakan Waymo. Kami kecewa karena video dari dalam kendaraan tidak dapat membantu mengidentifikasi tersangka,” ujar Faye.

Pos terkait