Pemkot Surabaya Beri Pendampingan Korban Dugaan Pemerkosaan oleh Ayah Kandung hingga Hamil

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan pendampingan menyeluruh kepada seorang remaja yang menjadi korban dugaan pemerkosaan oleh ayah kandungnya hingga hamil.

Korban yang kini berusia 17 tahun diketahui sedang mengandung dengan usia kehamilan sekitar empat bulan. Saat ini, korban memilih tinggal di rumah aman milik sebuah yayasan gereja.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya, Ida Widayati, mengatakan keputusan tersebut diambil atas kenyamanan korban.

“Saat ini, korban merasa lebih nyaman untuk tinggal di rumah aman milik yayasan gereja,” kata Ida Widayati saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga :  Polisi Ungkap Sindikat Penyelundupan Solar Subsidi di Surabaya, 930 Liter Disita

Meski demikian, Ida menegaskan Pemkot Surabaya tidak mempersoalkan lokasi tempat tinggal korban selama kondisi keamanan dan kesehatannya tetap terjamin.

“Kami dari pihak Pemkot Surabaya tidak memaksa (tinggal di rumah aman DP3APPKB), asalkan korban berada dalam kondisi yang sehat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Pemkot Berikan Pendampingan Psikologis hingga Pendidikan

Ida menjelaskan, Pemkot Surabaya tetap memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada korban.

Pendampingan tersebut meliputi layanan psikologis, kesehatan, bantuan hukum, hingga pemenuhan hak pendidikan.

“Kami melakukan pendampingan berkala oleh psikolog profesional serta konselor rutin. Selain itu, juga dilakukan stress release lewat pendekatan keagamaan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sejumlah Desa di Demak Alami Pemadaman Listrik Hari Ini, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Selain pendampingan psikologis, DP3APPKB juga melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi kesehatan korban dan janin yang dikandungnya.

Menurut Ida, korban tetap dapat melanjutkan proses belajar melalui sistem pembelajaran daring.

“Hak belajarnya korban juga tetap berjalan sampai sekarang, karena sekolah online atau daringnya tetap berlangsung,” katanya.

Pemkot Surabaya juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban, khususnya ibu korban, agar dapat memberikan dukungan selama proses pemulihan.

“Pendampingan akan terus kami lakukan menyesuaikan stabilitas kondisi kesehatan fisik dan mental korban hingga dia siap bersosialisasi dan bersekolah kembali dengan normal,” ujarnya.

Pos terkait