Menteri PU Sidak Sekolah Rakyat Bali Rp255,5 Miliar, Soroti Genangan Air dan Sistem Drainase

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta penyempurnaan sejumlah fasilitas pendukung di Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Bali segera diselesaikan meski sekolah tersebut telah beroperasi sejak pertengahan Juli 2026.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah adanya genangan air di area kamar mandi yang diduga disebabkan oleh sistem drainase yang masih perlu dibenahi.

Hal tersebut disampaikan Dody saat meninjau langsung kompleks Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem, Jumat (17/7/2026).

Menurut Dody, secara umum sarana dan prasarana sekolah telah siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Kunjungan ini untuk mengecek Sekolah Rakyat yang sudah dinyatakan siap dan fungsional. Saat ini ada 82 Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi,” tutur Dody, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Baca Juga :  Angin Kencang Terjang Aceh Utara, 58 Hunian Sementara Korban Banjir Rusak

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas pendukung yang perlu mendapatkan penyempurnaan, seperti genangan air di area kamar mandi dan kebutuhan penambahan tempat sampah.

“Itu sudah saya minta segera diperbaiki. Secara keseluruhan, sarana dan prasarananya sudah baik,” lanjutnya.

Menteri PU Minta Siswa Dibiasakan Menjaga Fasilitas

Selain meminta penyedia jasa mempercepat perbaikan fasilitas, Dody juga mengimbau pihak sekolah untuk membiasakan siswa menggunakan fasilitas umum dengan benar.

Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan dan merawat fasilitas sekolah perlu ditanamkan sejak dini.

“Saya juga meminta pihak sekolah memberikan sosialisasi kepada adik-adik mengenai cara menggunakan shower, toilet, dan fasilitas lainnya dengan baik, termasuk membiasakan menjaga kebersihan lingkungan sekolah,” katanya.

Baca Juga :  Listrik Padam Massal di Sumut Dipicu Gangguan Transmisi PLN di Jambi

Dody menambahkan, bangunan utama Sekolah Rakyat Provinsi Bali telah memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, penyelesaian sejumlah bangunan pendukung akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan dan bertambahnya jumlah peserta didik.

“Dengan jumlah siswa saat ini, fasilitas yang tersedia sudah dapat dimanfaatkan. Penyelesaian sisanya tetap berjalan bertahap sehingga seluruh kawasan nantinya dapat berfungsi secara optimal. Secara keseluruhan sudah bagus, termasuk fasad bangunannya yang mengusung arsitektur lokal khas Bali,” ujarnya.

Pos terkait