PYONGYANG – Korea Utara akan memperkuat angkatan lautnya dengan senjata nuklir serta membangun kapal perang berukuran lebih besar. Hal ini disampaikan langsung oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dalam upacara peresmian kapal perang Choe Hyon di Kota Pelabuhan Nampho, Selasa (23/6/2026), seperti dilaporkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Kim menyebut bahwa program persenjataan nuklir untuk angkatan laut berjalan sesuai rencana.
“Program mempersenjatai Angkatan Laut dengan senjata nuklir berjalan sesuai rencana tanpa cela,” kata Kim, dikutip dari AFP.
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan strategi penting untuk menjaga kesiapan kekuatan nuklir negaranya dalam berbagai operasi.
“Ini adalah langkah strategis yang sangat penting karena akan memungkinkan untuk menjaga kesiapan kekuatan nuklir negara kita untuk operasi yang beragam dan efisien,” ujarnya.
Kapal Perang Kelas Berat
Korea Utara sebelumnya mengklaim kapal perang Choe Hyon telah dilengkapi sistem persenjataan mutakhir. Kim Jong Un juga disebut memantau langsung uji coba peluncuran rudal jelajah dari kapal tersebut pada April lalu.
“Setelah Choe Hyon, kami akan segera menugaskan kapal perusak Kang Kon untuk beroperasi. Setelah itu, kami akan meluncurkan kapal perang strategis berbobot 10.000 ton satu demi satu,” kata Kim.
Ia juga menargetkan produksi dua kapal perang kelas berat setiap tahun. Kapal baru tersebut disebut akan memiliki spesifikasi di atas kelas Choe Hyon, termasuk kapal penjelajah tempur berbobot 10.000 ton.





