Komisi V DPR Panggil Kemenhub, KNKT, Pelindo Bahas Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Soroti Pengawasan dan Ramp Check

Lasarus menyebut Komisi V DPR RI telah berulang kali mengingatkan Kementerian Perhubungan agar memperkuat pengawasan terhadap kapal sebelum beroperasi.

Namun, menurutnya, pelaksanaan pengawasan belum berjalan optimal karena keterbatasan anggaran untuk pelaksanaan ramp check.

“Ini bukti, bukti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap keselamatan pelayaran. Kita sudah mengingatkan, ini rangkaian yang sudah kita ingatkan lama gitu, tapi tidak dilaksanakan. Tidak dilaksanakan, korelasinya apa? Korelasinya tidak munculnya anggaran ramp check yang cukup. Untuk melakukan pengecekan sebelum kapal berlayar,” ungkapnya.

Selain itu, Lasarus juga menyoroti adanya perbedaan antara jumlah penumpang dengan data manifes KMP Mutiara Sentosa 2.

Baca Juga :  Polisi Dalami Peran Ibu Korban dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Kakak Beradik di Sumedang

Ia menilai ketidaksesuaian tersebut seharusnya tidak terjadi apabila pengawasan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) berjalan secara optimal.

“Ini beda nih, jumlah manifes lebih sedikit daripada jumlah penumpang. Masa sih, KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) nyuruh kapal berlayar, kemudian antara data yang dia pegang dengan jumlah orang yang naik kok tidak sama?,” ucap Lasarus.”Makanya wajib hukumnya tahu berapa manifes orang yang berangkat, gitu loh,” lanjutnya.

Lima Penumpang Meninggal, Operasi Pencarian Dihentikan

Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8/2026) saat melayani pelayaran rute Surabaya–Makassar.

Baca Juga :  Besok Pihak Nadiem Laporkan 4 Hakim Kasus Chromebook ke KY, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik

Insiden tersebut menyebabkan kepanikan di atas kapal. Sejumlah penumpang dilaporkan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri, sementara lima orang dinyatakan meninggal dunia.

Basarnas sebelumnya menyatakan operasi pencarian khusus telah dihentikan setelah seluruh data penumpang berhasil divalidasi.

Total sebanyak 238 orang berhasil dievakuasi dalam insiden tersebut.

Selanjutnya, pemantauan di sekitar lokasi kejadian dilakukan melalui operasi rutin oleh Kantor SAR Surabaya. Meski demikian, posko pengaduan tetap dibuka apabila terdapat laporan mengenai korban yang belum ditemukan.

Pos terkait