Iran Berpotensi Terima Investasi Rp5.324 Triliun Usai Kesepakatan Damai dengan Amerika Serikat

Sebagai jalan tengah, kedua pihak kemudian merancang skema pendanaan pembangunan kembali yang melibatkan negara-negara kawasan melalui pinjaman, fasilitas kredit, maupun investasi langsung.

Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai rekonstruksi berbagai fasilitas yang terdampak konflik.

Beberapa proyek prioritas yang disebutkan antara lain kompleks baja Mobarakeh Steel, kilang minyak, bandara, serta sejumlah infrastruktur penting lainnya.

Diharapkan Menghidupkan Kembali Ekonomi Iran

Selama lebih dari empat dekade, Iran relatif minim menerima investasi asing langsung dalam jumlah besar akibat berbagai sanksi ekonomi yang diterapkan oleh Amerika Serikat dan komunitas internasional.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 4 Persen Usai AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai

Kondisi tersebut membuat akses Iran terhadap pasar modal global menjadi sangat terbatas.

Padahal, negara tersebut memiliki cadangan gas alam terbesar kedua di dunia serta cadangan minyak terbesar keempat secara global.

Selain itu, Iran memiliki populasi lebih dari 92 juta jiwa dan basis industri yang cukup beragam.

Potensi ekonomi Iran dinilai besar, mulai dari sektor energi, petrokimia, pertambangan, pertanian, hingga pariwisata.

Baca Juga :  Detik-detik Serangan AS ke Teheran Usai Penembakan Dua Pesawat, Klaim Tewaskan Pemimpin Iran

Menurut sumber Reuters, dana investasi ini terpisah dari pembahasan mengenai pencabutan sanksi Amerika Serikat maupun pembebasan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri.

Kedua mekanisme tersebut memiliki tujuan dan jadwal implementasi yang berbeda.

Dana rekonstruksi baru akan dibentuk dan mulai beroperasi setelah kesepakatan final antara Amerika Serikat dan Iran resmi ditandatangani.

Pos terkait