Meski demikian, aktivitas pelayaran tetap berlangsung. Sejumlah kapal bahkan diketahui menggunakan jalur yang tidak mendapat persetujuan Iran.
Berdasarkan data platform pelacakan Kpler, sekitar separuh dari 42 kapal yang berlayar pada Kamis (25/6/2026) menggunakan rute selatan di sepanjang pantai Oman yang tidak disetujui Teheran.
Badan maritim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyebut operasi evakuasi sebelumnya berhasil membebaskan 115 kapal beserta sekitar 2.500 pelaut yang sempat terjebak di Selat Hormuz.
Namun, meningkatnya ketegangan kembali memaksa penghentian operasi tersebut.
Meski situasi keamanan memburuk, harga minyak dunia justru masih mencatat penurunan tajam. Kondisi ini mencerminkan harapan pasar bahwa lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz tetap dapat kembali pulih meskipun konflik kembali meningkat.





