“Sebuah kapal kargo telah dihantam di sisi kanan oleh proyektil yang tidak diketahui, menyebabkan kerusakan pada anjungan,” kata UKMTO.
“Nakhoda melaporkan tidak ada korban jiwa dan tidak ada dampak lingkungan,” lanjut laporan tersebut.
Perusahaan keamanan maritim Inggris, Vanguard Tech, kemudian mengidentifikasi kapal yang menjadi sasaran sebagai kapal kontainer berbendera Singapura, Ever Lovely.
AS Peringatkan Iran
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengecam dugaan serangan pesawat nirawak Iran terhadap kapal di Selat Hormuz.
“Jelas, ini adalah pelanggaran bodoh terhadap perjanjian gencatan senjata kita,” ujarnya.
Insiden tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, di tengah proses negosiasi antara Washington dan Teheran untuk mencapai penyelesaian akhir konflik yang telah berlangsung hampir empat bulan.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi respons keras apabila kembali melakukan serangan.
“Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami telah menghormatinya,” tulis Vance di platform X, merujuk pada nota kesepahaman penghentian konflik.
“Jika mereka memiliki perbedaan pendapat tentang bagaimana nota kesepahaman itu diterapkan, mereka dapat menghubungi kami. Tetapi kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,” lanjutnya.
Iran Perketat Lalu Lintas di Selat Hormuz
Di sisi lain, Iran telah memperingatkan seluruh kapal agar tidak memasuki maupun keluar dari kawasan Teluk melalui Selat Hormuz tanpa izin dari Teheran.





