WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah mengungkap sebuah operasi militer yang disebutnya sebagai “misi rahasia” di kawasan Selat Hormuz.
Trump mengklaim operasi tersebut berhasil mengangkut jutaan barel minyak mentah melewati pengawasan militer Iran di salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.
Menurut Trump, operasi itu dijalankan dengan tingkat kerahasiaan tinggi sehingga pihak Iran baru mengetahui keberadaannya setelah dirinya mengungkapkannya kepada publik.
“Sekarang saya bisa mengatakannya. Sesuatu yang belum Anda ketahui,” ujar Trump saat diwawancarai wartawan di Ruang Oval, dikutip dari The New York Times, Rabu (10/6/2026) pagi.
“Tahukah Anda bahwa kita telah mengambil jutaan barel minyak? Tidak ada satu pun yang tahu. Tahukah Anda siapa yang tidak tahu tentang hal itu? Iran, sampai saat ini,” sambungnya.
Trump Klaim 22 Kapal Iran Ditenggelamkan
Dalam pernyataannya, Trump juga mengklaim militer AS sempat menenggelamkan 22 kapal Iran dalam operasi yang dilakukan pada malam hari.
“Sebab mereka (Iran) tidak memiliki radar, karena kami telah membombardir fasilitas mereka habis-habisan sebelumnya,” kata Trump.
Namun, pernyataan tersebut kemudian mendapat klarifikasi dari internal Pentagon.
Seorang pejabat militer senior AS yang berbicara dengan syarat anonim menyampaikan bahwa operasi yang dimaksud Trump sebenarnya merupakan misi pengawalan taktis terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Menurut pejabat tersebut, operasi dilakukan untuk membantu kapal komersial melewati blokade dan ancaman keamanan di kawasan tersebut.
Meski pelaksanaannya dilakukan secara senyap dengan mewajibkan kapal mematikan transponder pelacak, pihak militer menilai operasi itu bukan sesuatu yang tidak diketahui oleh intelijen Iran.




