Tekanan dari Dolar AS dan The Fed
Meski demikian, harga emas masih berada di dekat level terendah sejak akhir Maret. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) menekan daya tarik emas.
Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan juga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Desember 2026 mencapai sekitar 70 persen.
Investor kini menantikan rilis data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI) AS yang akan menjadi acuan arah kebijakan moneter selanjutnya.
Kesimpulan
Pergerakan harga emas saat ini masih berpotensi fluktuatif dalam jangka pendek, dipengaruhi oleh kombinasi meredanya ketegangan geopolitik dan ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat.





