JAKARTA – Empat emiten badan usaha milik negara (BUMN) di sektor konstruksi kompak membukukan kinerja negatif sepanjang tahun 2025. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sama-sama mencatatkan rugi bersih dengan nilai mencapai puluhan triliun rupiah.
Jika dijumlahkan, total kerugian keempat perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp25,1 triliun. Besarnya rugi bersih dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari penurunan pendapatan, tingginya beban keuangan, hingga tekanan terhadap operasional perusahaan.
Empat BUMN Karya Kompak Mencatatkan Kerugian
Berikut rincian kerugian masing-masing BUMN karya sepanjang tahun 2025 yang dirangkum dari laporan keuangan dan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI):
1. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menjadi BUMN karya dengan nilai kerugian terbesar pada 2025.
Sepanjang tahun 2025, WIKA membukukan rugi bersih sekitar Rp9,71 triliun hingga Rp9,75 triliun. Nilai tersebut melonjak lebih dari empat kali lipat dibandingkan kerugian yang dibukukan pada tahun sebelumnya.
Meningkatnya rugi bersih dipengaruhi oleh melemahnya pendapatan perusahaan yang dibarengi dengan tingginya beban keuangan, sehingga menekan kinerja perseroan sepanjang tahun.
2. PT PP (Persero) Tbk (PTPP)
PT PP (Persero) Tbk juga mencatatkan pelemahan kinerja keuangan sepanjang 2025.
Perseroan membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp6,07 triliun. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,52 triliun pada tahun 2024.
3. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)
PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengalami lonjakan kerugian yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025.
Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp5,4 triliun atau melonjak sekitar 6.127 persen dibandingkan rugi bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp86,75 miliar.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan yang cukup berat terhadap kinerja perusahaan selama periode tersebut.
4. PT Waskita Karya Tbk (WSKT)
PT Waskita Karya Tbk juga masih mencatatkan kinerja negatif sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih mencapai Rp3,92 triliun.
Angka tersebut meningkat sekitar 51,71 persen dibandingkan rugi bersih tahun 2024 yang sebesar Rp2,58 triliun.
Total Kerugian Lampaui Rp25 Triliun
Apabila dijumlahkan, total kerugian empat BUMN karya tersebut mencapai sekitar Rp25,1 triliun dengan rincian sebagai berikut:





