“Memang benar ada penemuan jenazah di dalam mobil. Korban sudah dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah sakit,” kata Iptu Masyita.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono, menyampaikan bahwa penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa sejumlah barang bukti.
Menurutnya, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian korban, termasuk kemungkinan karena sakit, keracunan gas AC, maupun faktor lainnya.
“Petugas kami di lapangan masih melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa ini. Mohon waktu untuk perkembangannya. Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan medis dan autopsi lebih lanjut,” ujar AKP Tri Novi.
Pemkab Bangkalan Tunggu Hasil Penyelidikan
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, membenarkan bahwa kendaraan yang ditemukan di Bandara Juanda merupakan mobil dinas milik Pemkab Bangkalan.
“Kami mengetahui dari plat nomor, dari situ kami mengetahui bahwa itu mobil dinas kami di PRKP. Kemungkinan besar digunakan oleh pegawai yang ada di PRKP, namun untuk kepastian siapa, kami menunggu proses dari pihak yang berwajib,” ungkap Lukman dalam konferensi pers di Pendapa Agung Bangkalan.
Menurut Lukman, berdasarkan laporan dari dinas terkait, korban yang diduga merupakan Sekretaris Dinas PRKP diketahui sudah tidak masuk kantor sejak Kamis (16/6/2026) tanpa alasan yang terkonfirmasi.
Meski demikian, pada Rabu malam (15/6/2026), korban disebut masih menghadiri acara pisah sambut Dandim di pendopo.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan menegaskan tidak ada penugasan resmi ke luar daerah yang diberikan kepada korban dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian serta tim medis yang menangani autopsi.





