Wahyu mengaku kemudian mengikuti kendaraan tersebut hingga tiba di sebuah pesantren yang berada di jalur menuju kawasan wisata Bira.
“Pas ketemu di Mister DIY, saya ikutilah mobilnya sampai di pesantren yang dimaksud,” ujarnya.
Menurut Wahyu, Husniah yang berada di lokasi langsung turun dari mobil ketika BK tiba.
Kesaksian Perjalanan ke Bone dan Luwu Utara
Selain itu, Wahyu juga menyinggung perjalanan Husniah dan BK ke Kabupaten Bone. Ia mengaku keduanya berangkat menggunakan satu kendaraan dari rumah jabatan bupati pada malam hari.
Selama perjalanan, Wahyu melihat Husniah dan BK duduk berdampingan di kursi belakang mobil.
“Posisinya satu mobil dan berdekatan di tengah,” imbuhnya.
Dalam perjalanan dinas menuju Kabupaten Luwu Utara, Wahyu juga menyebut BK ikut dalam rombongan.
“Sampai di sana Om Bas ini posisinya satu mobil sama saya,” ujarnya.
Husniah: Ranah Pribadi Tidak Semestinya Dibahas
Menanggapi jalannya sidang Hak Angket DPRD Gowa, Husniah Talenrang menyatakan tetap menghormati proses yang dilakukan DPRD selama pembahasannya berkaitan dengan kebijakan pemerintahan.
“Saya sangat menghargai apa yang dilakukan DPRD Gowa,” kata Husniah.
“Segala bentuk kebijakan yang dibahas mereka di pansus adalah tugas anggota DPRD untuk melaksanakan hak dan kewajibannya,” tambahnya.
Namun, Husniah menilai pembahasan yang menyangkut kehidupan pribadinya tidak semestinya menjadi materi dalam sidang Pansus.
“Namun, nonkebijakan saya rasa itu sudah melanggar aturan dan tentunya saya merasa terusik dengan apa yang dilakukan DPRD yang terlalu jauh masuk ke ranah pribadi karena itu sifatnya non-kebijakan,” tuturnya.





