China Kembali Pimpin Daftar Superkomputer Tercepat Dunia, LineShine Geser El Capitan Milik AS

Arsitektur Arm dikenal luas digunakan pada perangkat seluler, namun kini juga banyak diterapkan di pusat data oleh perusahaan teknologi besar seperti Nvidia, Amazon, dan Qualcomm.

Meski demikian, pengembang LineShine belum mengungkap identitas perusahaan manufaktur chip maupun teknologi fabrikasi yang digunakan.

Bukti Kemajuan Teknologi China

Keberhasilan LineShine menjadi sorotan karena dicapai di tengah berbagai pembatasan ekspor teknologi yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap China.

Baca Juga :  China Gelar Half Marathon Robot Humanoid, Ajang Uji Ketahanan dan AI

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah AS membatasi akses China terhadap GPU AI canggih buatan Nvidia dan AMD, serta memperketat akses terhadap teknologi semikonduktor mutakhir.

Meski menghadapi berbagai pembatasan tersebut, China tetap mampu mengembangkan sistem komputasi berperforma tinggi yang kini memimpin daftar Top500 dunia.

Baca Juga :  Lebih dari 1.000 Sanksi AS Tak Mampu Lumpuhkan Iran, Teheran Tetap Raup Miliaran Dolar dari Minyak

Saat ini, LineShine digunakan untuk berbagai proyek penelitian berskala besar, termasuk simulasi sistem Bumi yang mencakup atmosfer, lautan, daratan, dan lapisan es guna mendukung riset perubahan iklim.

Selain itu, sistem tersebut juga dimanfaatkan untuk menjalankan simulasi kompleks mengenai otak manusia yang membutuhkan kapasitas komputasi dalam skala sangat besar.

Pos terkait